nasional

Apakah Indonesia Bisa Diperbaiki?

Sabtu, 19 Juli 2025 | 17:00 WIB
Peta Indonesia. (babel.bpk.go.id)

Oleh: Yudi Latif

Saudaraku, pertanyaan itu muncul dari sudut-sudut gelap harapan yang berbisik: "Masih bisakah Indonesia diperbaiki?"

Pertanyaan ini bukan lahir dari kebencian, melainkan dari cinta yang terlalu sering dikhianati. Cinta yang kini lelah menyaksikan impian dan cita-cita dijual murah di meja-meja kekuasaan.

Negeri ini terasa bagai rumah tua yang terus-menerus ditambal, namun selalu saja bocor saat hujan turun. Fondasinya retak oleh kerakusan yang menggerogoti, jendelanya buram oleh debu dusta yang menumpuk, dan ruang-ruangnya kini dipenuhi reruntuhan kata-kata yang tak pernah menjelma menjadi integritas tindakan.

Kita hidup di tengah keindahan yang terus digerogoti, dalam riwayat kebesaran masa lalu yang kini hanya bergema sebagai ironi.

Hukum seringkali menjadi sekadar sandiwara, keadilan diperlakukan sebagai lelucon, dan kata “rakyat” diagung-agungkan sebagai mantra, tanpa pernah benar-benar menjadi kompas nurani.

Kita mendengar pidato demi pidato, janji demi janji namun yang tumbuh subur bukan lagi kepercayaan, melainkan keletihan kolektif yang mendalam.

Namun, barangkali pertanyaan yang sesungguhnya bukanlah: "Bisakah?"

Melainkan: "Maukah?"

Maukah kita berhenti meratap dan mulai merawat?

Maukah kita membersihkan kembali kaca jendela hati agar cahaya kebenaran bisa masuk?

Maukah kita menambal, bukan hanya tembok yang retak, tetapi juga nurani yang telah bolong?

Indonesia bukan luka yang tak bisa disembuhkan. Ia hanya terlalu lama dibalut dengan kepura-puraan. Dan bila terus dibiarkan, luka itu akan bernanah menjadi sikap apatis sebuah kesunyian yang menyerah pada keadaan.

Tetapi, selama masih ada satu hati yang bersedia mencintai tanpa syarat, satu jiwa yang memilih untuk jujur meski harus sunyi, satu tangan yang menolak korupsi meski hidup terlilit kesulitan di sanalah, dan hanya di sanalah, perbaikan akan bermula.

Halaman:

Tags

Terkini