nasional

Terima Jurnalis Santri, KH Maruf Amin Bicara Pentingnya Menghadapi Era Post Truth

Minggu, 29 Desember 2024 | 06:50 WIB

Journalnusantara.com, Kudus - Mantan Wapres RI, KH Maruf Amin menerima jurnalis santri dari Redaksi Majalah Tahunan Madrasah Qudsiyyah, Kudus. Berbincang tentang peran sinergi guru dan murid dalam menghadapi era post truth atau zamanul iltibas.

"Guru itu digugu dan ditiru. Tugasnya tidak hanya mengajar, tapi juga mendidik. Sebagai teladan. Peran guru memberi warna. Istilah Al-Qur’annya sibghah. Guru memberi warna kepada muridnya dengan sibghatullah, sibghah ilahiyyah, sibghah imaniyyah, atau sibghah tasyri’iyyah," katanya, Minggu (29/12/2024).

Menurutnya guru harus cerdas sehingga bisa menanamkan kepercayaan dan bisa memberikan solusi berbagai masalah dari muridnya. Guru juga harus bisa membangun komunikasi yang baik. Termasuk juga guru harus bisa memberikan warna dalam pembangunan karakter bangsa.

"Peran dan tugas guru menjadi kompleks di zaman post thruth yang banyak mengalami distorsi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Banyak berita hoax yang berseliweran yang perlu diluruskan," ungkapnya.

Dikatakannya, pengaruh teknologi media sosial terhadap etika di lingkungan sekolah sangat besar. Karena itu, perlu saring sebelum sharing. Bila ada informasi masuk itu disaring dulu jangan langsung memberitakan, men-share. Nah, itu sebenarnya inti dari ajaran Al Qur’an yaitu tabayun. Kalau ada berita harus di cek and recheck serta diverfikasi.

"Nah, agar terciptanya hubungan yang baik antara guru dan murid di zaman iltibas saat ini, maka guru tidak boleh berfikir statis, tapi dinamis. Tidak text book thinking karena di lapangan itu tidak selalu sama dengan yang di buku. Guru harus memahami telah terjadi perubahan. Perilaku murid zaman dulu berbeda dengan sekarang," tukasnya.

Tags

Terkini