JournalNusantara.com - Strategi politik untuk meraih suara terbanyak di momen pesta demokrasi banyak cara dan banyak pola. Satu diantaranya adalah memadukan antara politisi senior dengan politisi junior.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago menilai bahwa duet pasangan Pilkada dengan format generasi senior dengan anak muda akan lebih menarik pemilih dibandingkan pasangan yang seumur.
Format sama diketahui dilakukan pemenang Pilpres 2024 lalu, yaitu pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Prabowo mewakili pemilih dengan generasi tua, sedangkan Gibran menggaet anak muda.
Hal yang sama menurut Arifki juga terjadi dalam duet Pilgub Kalimantan Tengah mendatang, yaitu pasangan Abdul Razak dan Monica Rasyid.
"Duet itu bisa melengkapi dan saling menguntungkan. Abdul Razak mewakili pemilih senior dan menilai kompetensi dari pengalaman dan rekam jejak," ujarnya kepada wartawan Jumat (21/6).
Sedangkan Monica mewakili aspirasi memilih muda dan pemula Kalteng yang juga menilai penting keberadaan pemimpin muda.
"Kolaborasi Abdul Razak-Monica Rasyid bakal menjadikan pemilih yang berlatar belakang Baby Boomer, X, dan Z happy, karena mengakomodir kepentingan generasi tersebut," terangnya.
Di sisi lain, bila menyinggung soal pernyataan dari Abdul Razak yang mengeklaim mendapat dukungan dari tokoh berpengaruh asal Kotawaringin Barat, Kota Pangkalan Bun H Abdul Rasyid untuk Pilkada Kalteng 2024, hal itu lebih menguntungkan lagi.
Diketahui, Monica Rasyid adalah anak dari Abdul Rasyid, yang merupakan pengusaha berpengaruh di Kalteng. Sehingga, bukan hanya memperkuat, tapi juga memberi legitimasi dukungan pengusaha nasional tersebut.
"Dukungan tersebut bakal menambah kekuatan Abdul Razak secara terang-terangan mendapatkan dukungan sepenuhnya dari tokoh berpengaruh asal Kotawaringin Barat, Kota Pangkalan Bun H Abdul Rasyid untuk menguasai panggung politik Pilkada Kalteng 2024, " papar Arifki.
Sumber: JawaPos/ Tazkia Royyan Hikmatiar