Journalnusantara.com - Siang itu cuaca sedang sangat terik sekali, dari kejauhan nampak terlihat seorang kakek dan nenek sedang duduk di pinggir jalan.
Tidak diketahui alamat lengkap lokasi tersebut, telah diupload oleh akun media sosial Sayap Hati dan telah disaksikan banyak netizen.
Rupanya kakek dan nenek itu sedang istirahat setelah berjalan jauh memulung mencari rongsokan.
Kakek terlihat terus batuk-batuk dan memegangi dadanya, lalu istrinya berusaha membantu dg mengambil kan air yg mereka bawa dari rumah.
Diketahui ia bernama kakek Rikun usia 70 tahun dan istrinya bernama nenek Sabiyah 67 tahun yang berprofesi sebaga pemulung.
Dirinya bercerita jika setiap memulung kerap berjalan kaki sangat jauh, sering capek sekali namun ia tidak punya uang untuk naik angkot.
Dia bilang kalau naik angkot itu baginya sangat mahal sedangkan hasil yang telah diperoleh tidaklah sebanding.
Biasanya ia mencari rongsok di kumpulkan terlebih dahulu. Jika sudah banyak baru dijual sekitar 2 minggu lamanya kakek Rikun mengumpulkan rongsokan.
Dan hasilnya pun tak seberapa Rp.58.000, sangat tidak sepadan dengan perjuangan kakek Rikun dan istrinya.
Istrinya ternyata mengalami kebutaan sebelah di mata yang kanan dan sedihnya lagi mata yang sebelah kiri juga bermasalah hingga penglihatan sudah tidak lagi jelas.
Meski demikian dengan segala keterbatasannya, ia masih tetap semangat mencari nafkah untuk keluarga.
Istri kakek Rikun selalu setia membantu membawakan hasil memulungnya.
Karena kakek Rikun sudah tak lagi mampu bawa beban yang berat-berat dan ia lah yang selalu menjadi mata untuk istrinya.
Mari terus bersyukur dengan segala apapun yang telah diterima