Dari sisi kurikulum, program ini disusun mengikuti pendekatan Outcome-Based Education (OBE), berpedoman pada Surat Edaran Rektor serta standar Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 8. Tiga konsentrasi unggulan disiapkan untuk menjawab kebutuhan industri komunikasi global, yakni Kajian Media, Komunikasi Strategis, dan Komunikasi Politik.
Program studi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam riset kolaboratif bersama dosen pembimbing, dengan orientasi publikasi pada jurnal bereputasi baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap khazanah keilmuan komunikasi, bukan sekadar syarat kelulusan.
Baca Juga: HMI Cabang Denpasar Duet PMBD Gelar Donasi Peduli NTT Pasca Gempa
Lulusan program magister ini disiapkan memasuki lima jalur profesi utama: akademisi ilmu komunikasi, peneliti komunikasi profesional, analis media dan demokrasi digital, konsultan sekaligus perancang strategic communication, hingga spesialis komunikasi politik dan kebijakan publik. Kompetensi lintas jenjang KKNI 8 ini dinilai membuka peluang karier luas, mulai dari dunia akademik, lembaga riset, media digital, hingga ranah komunikasi strategis dan politik.
Dalam bagian penutup sambutannya, Khoiruddin menitipkan pesan khusus kepada para mahasiswa baru bahwa mereka bukan sekadar mendaftar pada program studi baru, melainkan menjadi peletak fondasi bagi angkatan-angkatan berikutnya. Ia mengingatkan bahwa studi magister merupakan proses pematangan cara berpikir, cara meneliti, dan cara berkontribusi, bukan sekadar kelanjutan status akademik.
Ia tidak menampik akan ada masa-masa berat selama masa studi, mulai dari tugas yang menumpuk, hingga perbaikan naskah Tesis dengan revisi yang bertubi-tubi. Namun ia meyakinkan bahwa mahasiswa tidak akan berjalan sendiri, karena fakultas, para Guru Besar, dan dosen pembimbing akan mendampingi setiap langkah riset mereka.
Acara orientasi ditutup dengan harapan agar momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni pembukaan, melainkan ikrar bersama seluruh sivitas akademika untuk membangun program studi dengan ilmu komunikasi yang berintegritas dan nilai-nilai profetik sebagai ruh dari setiap langkahnya. ***
Disarikan dari berbagai sumber.
Artikel Terkait
Media di Persimpangan: Ketika Idealisme Tak Cukup Membayar Gaji
ICCN NTT dan Asidewi Gelar Kegiatan Berbasis Budaya untuk Kaum Mama di Posko Pengungsi Mandiri Tana Duen
PB PII Serukan Persatuan, Tolak Aksi Provokasi
HMI Cabang Denpasar Duet PMBD Gelar Donasi Peduli NTT Pasca Gempa
Mutiara Pagi: Jalan Hidup (Bagian 2310)
Mikhaela Agustina Anvie Titirloloby Wakili Indonesia di International Kids of The Year 2026
Nadia Putri Ramadhani Wakili Indonesia di Miss Asia Pacific 2026 Kategori Preteen
Putri Sabila Wakili Indonesia di Miss Asian International 2026
Mutiara Pagi: Mulai dengan Berbagi (Bagian 2311)
Mutiaran Pagi: Setiap Maulid Tiba (Bagian 2312)