"Di dalam buku-buku yang dikirimkan, sudah dilengkapi dengan pedoman pemanfaatan buku tersebut, sehingga diharapkan nanti akan mempermudah para guru, kepala sekolah, dan murid untuk memanfaatkan buku-buku tersebut," katanya.
Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Hafidz berharap makin banyak anak Indonesia memiliki akses terhadap bacaan bermutu sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan siap memajukan bangsa.
"Langkah kita bersama ini menjadi pendorong agar buku bacaan bermutu yang didistribusikan bermanfaat dengan maksimal. Semoga yang kita lakukan dapat menghasilkan murid-murid yang cerdas, kritis, dan berkarakter guna mendukung kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.
Hingga 2026, Kemendikdasmen telah mendistribusikan lebih dari 42 juta eksemplar buku bacaan bermutu kepada anak-anak Indonesia. Upaya tersebut juga didukung hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 yang menunjukkan sekolah penerima bantuan buku mengalami peningkatan capaian literasi lebih baik dibandingkan sekolah pembanding.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Menanam Kebaikan (Bagian 2289)
Sowan Ketua MWCNU, Pengurus GP Ansor Karangtengah Matangkan Rencana Pelatihan Kader Dasar
BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan Puluhan Juta Rupiah untuk Sukseskan MTQH ke-48
Berguru pada Pohon
Dari Jogja JEC 2026 Sukses Digelar, Wadah Generasi Muda Melahirkan Gagasan Inovatif untuk Indonesia
LBI Dukung Wali Kota Bandung Pidanakan Pemilik Six Nine Padel, Imbas Penebangan 10 Pohon di Cihapit
KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar: Kapal Hampir Habis Dilalap Api, Penumpang Berkumpul Pakai Pelampung Tunggu Evakuasi
Mutiara Pagi: Gema (Bagian 2290)
Viral Usher GIIAS Direkam Diam-diam oleh Konten Kreator, Habiburokhman Sebut Komisi III Bakal Kawal Kasusnya
Kronologi Cekcok Preman vs Warga di Kiaracondong Bandung: Aksi Tagih Utang yang Berujung Sabetan Pedang