Dalam Sidang Praperadilan ini, Kejagung disebut bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus yang menjerat mantan trio pentolan BGN tersebut.
"Di mana dalam proses pemeriksaan oleh BPKP telah dideklarasikan adanya kerugian keuangan negara," ungkap tim hukum Kejagung.
"Bahwa dalam kertas kerja audit tujuan tertentu atas tata kelola program MBG oleh BPKP dinyatakan telah terjadi pemborosan program MBG pada BGN senilai Ro10,5 triliun per tahun," sambungnya.
Jejak SPPG Bodong hingga Mark Up Harga
Kejagung menjelaskan, program MBG seharusnya dikelola oleh yayasan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terafiliasi dengan sekolah penerima.
Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak SPPG yang ditunjuk karena mempunyai afiliasi dengan petinggi BGN.
Selain itu, pihak Kejagung menilai, banyak yayasan sejatinya juga tidak memiliki syarat untuk menjadi mitra SPPG.
Selanjutnya, terdapat pula dugaan penggelembungan atau mark up harga pengadaan barang sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG.
Secara rinci, Kejagung menyebut skandal mark up harga tersebut, mulai dari 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun.
"32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi 75 inch," tandasnya.*
Artikel Terkait
Bongkar Penyebab Wafatnya Penjaga Rumah Febrie Kian Rumit, TKP Diklaim Telah Rusak
Kades Sukasirna Kab. Cianjur Apresiasi Kemensos, Edih : Sinergi dan Kami Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Mutiara Pagi: Berkata Baik atau Diam (Bagian 2284)
Dukung Pembangunan, PT Padi Kuning Nusantara Siapkan Layanan Sewa Alat Berat
Kiprah Santri Cianjur Suarakan Integritas Hukum di Forum Pemimpin Muda
Perkara Tata Kelola MBG Lodewyk Pusung: Kejagung Kantongi Isi Chat dengan Istri
Heboh Videotron Mesum di Melawi Kalbar Diklaim Gegara Serangan Hacker
Skandal Jatah Preman di Proyek PUPR Riau: Plt Gubernur Dicecar KPK soal Temuan Duit saat Penggeledahan
Sebanyak 39 Peserta Tilawah Dewasa Tampil di Hari Pertama MTQH Cianjur
Lampaui Target, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan