Dalam kasus ini, Choirul diduga memerintahkan saksi staf keuangan di bidang Departemen Accounting and Finance KBS untuk mengeluarkan uang anggaran.
Gede menilai, tersangka sempat memerintahkan bawahannya untuk membuat pertanggungjawaban pengeluaran anggaran pada KBS secara fiktif atau palsu.
"(Hal itu) agar seolah-olah uang tersebut benar-benar dipergunakan untuk kegiatan operasional perusahaan," imbuhnya.
Pada 2023 hingga 2024, pengeluaran uang perusahaan fiktif itu diduga turut disetujui oleh MN selaku Direktur Keuangan.
Akibat perbuatan tersebut, negara diduga mengalami kerugian keuangan sekitar Rp10,2 miliar.
"Hal ini adalah berdasarkan hasil perhitungan sementara dengan BPKP Provinsi Jawa Timur," sambungnya.
Dari total kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar, Gede menyebut sekitar Rp7,4 miliar di antaranya digunakan CA untuk kepentingan pribadi.
"Ya, dari Rp10,2 miliar ini ada sekitar Rp7,4 miliar dipergunakan untuk kepentingan pribadi," jelasnya.
Modus Jahat yang Bikin Hewan Sakit-Mati
Dalam melancarkan kejahatannya, CA diduga melakukan modus mark up anggaran pakan satwa.
Gede menjelaskan, hal tersebut dengan mengurangi jumlah makan satwa, dengan laporan pertanggungjawabannya direkayasa dan dibuat seolah sesuai.
"Karena salah satu modusnya adalah tentang pakan binatang, ya. Pakannya ada dikurangi," sebut Gede.
"Artinya pertanggungjawabannya dibuat ada, tapi dibuat dengan sebenarnya dengan mark up," sambungnya.
Selain merugikan keuangan negara, praktik lancung itu juga berdampak pada kondisi Kebun Binatang Surabaya yang dinilai tidak terawat dengan baik.
Artikel Terkait
Audisi Beauty Muslimah Indonesia Jakarta 2027 Resmi Dibuka, Kesempatan Emas untuk Muslimah Jabodetabek!
Diduga Rindu Kampung Halaman, Kepala SPPG Blora Mendadak Resign usai Sempat Pamit Lalu Hilang Tak Kembali
Bekuk Dua Pelaku, Polres Cianjur Gagalkan Peredaran Belasan Kilogram Ganja
Viral Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Gedung Kejagung Jakarta, Desak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diadili
Kabur dari Rombongan Trip di Korsel, Femas Sempat Kerja Sehari tapi Langsung Resign: Alasan Kerjanya Capek
Skandal Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya di Jakpus: Dibawa 2 Pria ke Mobil
Memerdekakan Meja Makan, Memerdekakan Bangsa
Mutiara Pagi: Mengubah Cara Pandang (Bagian 2278)
Mensesneg Beberkan Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang jadi Dewas usai Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Rekam Jejak Sudaryono Jadi Kepala BGN: Pejabat Komut PT Pupuk Indonesia hingga Ketum Asosiasi Pedagang