Journalnusantara.com - Miss Hijab Sosial Indonesia 2022, Hardiyanti Putri Hasibuan yang akrab dipanggil Putri hingga kini terus menggaungkan literasi Al-Qur'an.
"Advokasi yang saya jalankan yaitu Tilang for Empati, kepanjangan dari tilawah bareng-bareng for Empowering Beauty," ucap Putri mahasiswi Binus University yang juga hobby tilawah, bermain piano, dan bernyanyi.
Menurut pemilik akun Instagram @hrdyntputri_hsb mengatakan bahwa advokasi yang dijalankan tersebut masuk ke dalam ranah pendidikan literasi Al-Qur'an.
Baca Juga: RU III Puteri Indonesia Sulsel 2023 Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Bangsa
"Kenapa saya memilih advokasi tersebut, karena saya melihat banyak sekali, baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia yang kurang akan pendidikan Al-Quran yang baik dan benar sesuai ketentuan syariat. masih banyak bacaan-bacaan yang tidak tepat penempatannya. Oleh karena itu dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, saya ingin menjadi penggerak yang memperhatikan literasi Al-Quran. Hal ini sudah saya realisasikan dengan mengajar, baik di tingkat dasar tahsin, tartil, tahfidz maupun tilawah dengan mengutamakan point hukum tahwid, makhorijul huruf, dan lain-lain. Tak hanya itu, ini juga merupakan sarana dakwah sederhana saya untuk berbagi dan menggali ilmu lebih dalam lagi. Saya ingin para perempuan muslimah di luar sana menunjukkan kualitasnya yang tak hanya cantik fisik, namun juga cantik hatinya, akalnya, akhlaknya serta imannya. Saya percaya bahwa Al-Qur'an akan membawa keberkahan kemanapun kita pergi," kata gadis kelahiran Simalungun, 24 Desember 2003.
Anak dari (Alm) Bapak Kuncu Herry Hasibuan, S.T., dan Ibu Sumariah Rahmah, S. Sos., menyampaikan selama mengikuti audisi Miss Hijab Indonesia, tidak henti-hentinya ia mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang senantiasa antusias mendukung dari awal sampai akhir Grand Final, hingga berhasil menjadi RU 1 Miss Hijab Indonesia 2022.
"Banyak Direct Massage dan pesan yang masuk berupa dukungan, semangat, serta masukan-masukan positif yang membangun saya. Terutama untuk Umi yang selalu mendoakan. Mustahil rasanya dapat mencapai suatu keberhasilan jika tidak diiringi doa orang tua terutama ibu. Meskipun ayah sudah tidak ada. Syukur banget Umi masih bisa memberikan semangat dan kuat sampai saat ini," tuturnya.
Baca Juga: Pramugari Lindya Agustian, Tampil Cantik bak Bidadari
"Termasuk pihak kampus, alhamdulillah Binus University juga mendukung dan memberikan dispensasi bagi saya, yang mana pada saat itu waktu karantina sempat bertabrakan dengan jadwal kuliah. Namun mereka memberikan pengertian dan support yang baik," kata Putri menerangkan.
Putri yang memiliki kelebihan berbahasa Inggris dan Jerman ini bercerita, bahwa dari sejak kecil dirinya selalu diajarkan oleh orangtuanya untuk berani mencoba dan belajar hal-hal yang baru.
"Saya meneruskan kalimat positif dari almarhum Ayah bahwa siapapun bisa jadi apapun. Mindset yang dibentuk membuat saya selalu berprinsip bahwa 'When there's a will, There's a way'. Selalu ingin belajar, belajar dan belajar serta konsisten dalam setiap prosesnya. Insya Allah pasti bisa," imbuhnya
Putri menerangkan, ini kali pertama ia mengikuti Beauty Pageant Contest seperti Miss Hijab Indonesia atau semacam lainnya. Diawali dari rasa penasaran hingga akhirnya memutuskan untuk ikut dan ternyata banyak pelajaran berharga, bahwa ada banyak makna cantik yang harus difahami pada diri setiap perempuan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Jokowi Saling Sindir
Warga Jerman Demo Tolak Kirim Tank untuk Ukraina
BRI Liga 1: Persib Bandung Naik ke Puncak Klasemen
Jutaan Nahdliyyin Bakal Hadiri Acara Puncak Resepsi 1 Abad NU
Perusahaan Jepang Ingin Jual Daging Paus, Namun Dikecam
Aromaterapi Jika Dihirup Bisa Menghilangkan Stress
Kerap Jadi Buah Bibir, Pasir Heunceut Berganti Nama
Luna Maya Buka Lowongan Kerja, Sebulan Gajinya Setara Harga Motor NMAC
Takut Disunat, Seorang Pria Kabur Selama 25 Tahun
Bikin SIM Baru, Korlantas Polri Siapkan 1200 Soal Ujian