(dalam jejak pemikiran Pramoedya Ananta Toer)
Dalam "Bumi Manusia"
kesadaran intelektual menjelma seperti api kecil
rapuh tertutup oleh angin kuasa
namun tak pernah padam, meski kadang mengecil
ada yang berdiri sebagai simbol keberanian
yang mencoba mencintai kebebasan dan kejujuran
tetapi nalar dan pikirannya tetap terikat
oleh angin kuasa yang tersusun rapat
seperti burung yang telah belajar terbang
namun langitnya dipagari oleh penghalang
segala ucapan yang menjanjikan terang
perlahan-lahan semua terbang melayang
sebuah cermin pahit
bahwa tirani tidak selalu datang dari luar
sehingga menimbulkan rasa sakit
ketika kejujuran selalu dianggap tak benar
suara lantang yang dulu bicara kemanusiaan
terjebak dalam lingkaran kepura-puraan
yang mereka ciptakan sendiri
dalam bentuk tirani masa kini
manusia dan kuasa seperti dua sungai
tidak bermuara pada satu samudra
membawa kisah yang tak junjung selesai
tidak seperti cerita kancil dan buaya
Malang, 5 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal