( In memoriam Ibnu Sina)
Di lembah sunyi bernama Ifsina,
tatkala dunia masih dibungkus gulita,
lahirlah seorang bayi: Husein bin ‘Abdullah
Nama yang kelak mengguncang semesta
Mengalir takdir agung: Avicenna
Belum genap satu dasawarsa,
Firman-Nya telah ia genggam maknanya
Ilmu dan syariat digenggam erat,
dalam dada yang tak kenal penat
Tak peduli ke mana hendak menuju
Ia dobrak cakrawala ilmu
Menyelam dalam logika dan metafisika,
menyulam bintang menjadi karya
Di bawah bimbingan sang Natila,
menyusun langkah di lorong cahaya
Dari seorang ‘Isa bin Yahja,
mendapatkan hikmah yang bijaksana
Belum genap tujuh belas usianya,
namanya menggema ke penjuru dunia
Saat raja agung tergeletak tak kuasa,
dibawanya harapan di ujung doa
Para bijak pun terpana,
karena kehebatannya
Oleh tangan muda
yang menyembuhkan luka
Ibnu Sina, bukan sekadar nama
Tapi jembatan antara dunia dan cahaya semesta
Bukan hanya anak zaman,
tapi cahaya Ilahi dalam rupa insan
Malang, 31 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal