Mari kita tinggalkan kebingungan yang datang dari pencarian kebahagiaan duniawi yang tak pernah selesai.
Tahun baru ini adalah kesempatan kita untuk memulai perjalanan baru, perjalanan menuju kebahagiaan sejati yang hanya dapat ditemukan dalam kedamaian hati yang terhubung dengan Allah, dalam kerendahan hati yang tulus, dan dalam kesadaran bahwa hidup ini bukan tentang apa yang kita capai, tetapi tentang bagaimana kita menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan penghambaan.
Setiap langkah yang kita ambil menuju tahun baru ini adalah langkah menuju kedamaian yang lebih dalam.
Saat dunia luar berlari tanpa henti, mari kita berhenti sejenak dan mendengarkan irama kehidupan yang datang dari dalam hati kita.
Biarkan tahun baru ini menjadi waktu untuk merenung, untuk menemukan kembali diri kita yang sesungguhnya, dan untuk merasakan bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan di luar sana, tetapi justru ada dalam kedalaman hati yang mengenal Sang Pencipta.
2025 adalah tahun yang penuh harapan. Ia memberi kita kesempatan untuk membenahi diri, untuk memperbaiki jalan hidup kita, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Kebahagiaan yang sejati tidak menunggu di ujung pencapaian dunia, tetapi ia hadir dalam kesabaran, dalam pengharapan, dan dalam doa yang tulus kepada-Nya.
Mari sambut tahun ini dengan hati yang lapang, dengan jiwa yang tenang, dan dengan keyakinan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan dalam kedekatan dengan Allah.
Tahun baru ini adalah panggilan untuk kita semua. Sebuah panggilan untuk melepaskan segala beban yang membelenggu hati, untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya, dan untuk merasakan kedamaian yang datang hanya dengan mengingat-Nya. Semoga 2025 menjadi tahun yang membawa kita pada kebahagiaan sejati, yang hanya dapat kita temukan dalam keikhlasan, dalam rasa syukur yang mendalam, dan dalam cinta yang tulus kepada Allah.
*DIMANA KEBAHAGIAAN ITU BERADA? (أين هي السعادة؟)*
Sebagai manusia, kita dibekali dengan keinginan yang mendalam untuk meraih kebahagiaan. Setiap individu di muka bumi ini mencari dan mendambakan ketenangan jiwa, kedamaian hidup, serta kebahagiaan yang sejati.
Namun, perjalanan kita dalam mencari kebahagiaan tidak selalu mulus. Banyak yang merasakannya sebagai sesuatu yang sulit dicapai, bahkan terkesan seperti sebuah ilusi yang selalu menjauh.
Kehidupan yang penuh pencarian akan kebahagiaan ini, sering kali menemui kegagalan. Bahkan mereka yang terlihat memiliki segalanya , kekayaan, kedudukan, atau ketenaran , kadang justru mengalami kehancuran.
Contoh-contoh tragis seperti Adolf Marckle, yang kaya raya namun mengakhiri hidupnya dengan tragis, atau G. Vargas, Presiden Brasil yang memilih bunuh diri, memberikan gambaran jelas bahwa kebahagiaan bukanlah sesuatu yang bisa diukur dengan duniawi semata.
Hal serupa juga terjadi pada banyak selebriti dan tokoh terkenal lainnya, yang meskipun memiliki kemewahan yang tak terhitung, tetapi tetap merasakan kehampaan dan kehilangan arti hidup.