Sebuah harapan dan do'a yang tulus kepada Sang Pemilik Waktu mengawali Tahun Baru 2025
Oleh: Abdur Rahman El Syarif
Pada malam yang sunyi, kulihat waktu beranjak,
Pintu tahun lama tertutup, yang baru terbuka tanpa jejak.
Di antara doa yang terucap lirih, aku bertanya,
Adakah rahmat-Mu akan memelukku lebih erat di masa mendatang?
Langkahku rapuh, ya Rabb, namun harapku teguh,
Aku bersandar pada-Mu, tempat segala gundah luruh.
Kupetik hikmah dari masa lalu yang penuh warna,
Luka menjadi cahaya, gelap menjadi samudra makna.
Di tahun baru, kuingin hati ini seperti hujan,
Menetes lembut, membersihkan debu di jalan.
Menjadi rahmat bagi bumi yang tandus,
Menghidupkan jiwa yang haus akan kasih-Mu yang tulus.
Ajarkan aku, wahai Yang Maha Mencinta,
Melihat dunia bukan dengan mata,
Namun dengan hati yang lapang,
Yang selalu merindukan-Mu dalam setiap langkah dan bayang.
Tahun baru ini bukan sekadar hitungan,
Namun lembaran asa bagi jiwa yang mencari keindahan.
Keindahan yang tak fana,
Di jalan sufi, menuju cinta-Mu yang sejati.
2025 Bersama Menuju Transformasi Kesehatan Nasional
Salam #SatuSehatSemuaSehat
Artikel Terkait
Penyakit PBP: Merusak Harmoni dan Disrupsi Sosial
Mutiara Pagi: Pintu Menuju Kebaikan (Bagian 1726)
Ketua Dekopinda Cianjur Dukung Rencana Audit Dana Hibah Dekopin
Gagasan Progresif Arip Muztabasani: Menyongsong Masa Depan BEMPTNU yang Lebih Inklusif dan Berdampak
Mutiara Pagi: Refleksi Akhir Tahun (Bagian 1727)
Asul-usul Jalan Mampang Prapatan Jaksel
Lima Problema Mendasar Dunia Masa Kini
Catatan Akhir Tahun: Buku, Kata dan Masa Depan
Panggung Depan dan Belakang Kehidupan Seorang Pendidik
Makna 1 Rajab: Momentum Refleksi dan Penguatan Ibadah