Journalnusantara.com, Aceh - Puteri Indonesia Aceh 2023, Dwi Annisa Ramadhanty, yang akrab dipanggil Sasa, seorang Public Relation Specialist di Kementerian ATR/BPN RI mengungkapkan pentingnya reforma agraria bagi masyarakat luas.
"Sebagai Puteri Indonesia Aceh, saya memiliki advokasi sosial yang dinamakan dengan Satu Asa Seribu Aksi, Satu Asa Reforma Agraria, Seribu Aksi Masyarakat Menuju Adil dan Makmur," kata lulusan S1 Sarjana Pendidikan Bahasa Mandarin Universitas Negeri Jakarta.
Menurut Sasa, konflik agraria dan sengketa tanah yang terjadi selama ini, sehingga menimbulkan berbagai gesekan di masyarakat yang mengganggu efektivitas kehidupan pertanian dan perikanan.
Baca Juga: Runner Up 1 Putri Hijab Jatim 2021 Ungkap Pentingnya Manajemen Waktu di Bulan Ramadhan
"Padahal para petani dan nelayan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pemenuhan pangan masyarakat Indonesia, sehingga reforma agraria dan peningkatan komoditas pertanian dan perikanan amat perlu dilakukan," ucap Sasa yang hobinya bernyanyi, bermain gitar, dan membaca buku.
Pemilik akun Instagram @sasaramadhanty mengungkapkan, masyarakat Aceh misalnya, sebagai daerah yang penduduknya banyak bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, tentunya penting untuk memiliki pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya legalitas hak atas tanah.
"Pemerintah dalam hal ini pun tidak tinggal diam. Salah satunya dengan membangun program reforma agraria untuk masyarakat, yang bertujuan menuntaskan masalah kemiskinan masyarakat desa, meningkatkan kesejahteraan dengan kemandirian pangan nasional, meningkatkan produktivitas tanah, memberikan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki, baik secara pribadi, negara, dan tanah milik umum yang pemanfaatannya untuk memenuhi kepentingan masyarakat," ujar Sasa.
Baca Juga: Miss Hijab Sosial Indonesia 2022 Gaungkan Literasi Al-Qur'an
Namun kata Sasa menambahkan, selama ini kerap banyak masyarakat yang masih awam dan belum mendapatkan edukasi perihal reforma agraria.
"Saya yakin dengan edukasi yang dilakukan melalui #SatuAsaSeribuAksi dapat membantu masyarakat, sehingga mereka memiliki pemahaman utuh tentang reforma agraria serta dapat memaksimalkan pencegahan sengketa tanah dan membuka akses pemanfaatan aset menjadi salah satu sumber modal usaha," tandasnya dengan nada optimis.
Artikel Terkait
Sejak 2004-2022, KPK Tangani 373 Kasus Penyuapan Pelaku Usaha
AKBP Aszhari Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Baru Cianjur
Tingkatkan Kualitas, 31 PKBM Cianjur Akan Diakreditasi BAN Jabar
Mahfud MD versus Komisi III DPR: Sebuah Babak Baru Pemberantasan Korupsi
Penuhi Kebutuhan Pokok Harian, Pemerintah Bakal Salurkan Bantuan 10 Kilogram Beras Selama 3 Bulan
Peringati Nuzulul Quran, Wapres KH Maruf Amin Sampaikan Pentingnya Moderasi Beragama
Luncurkan Single 'Tetap Semangat', Titi Swasti Bareng OSE Indonesia Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim Piatu
Breaking News: Gempa Bumi Tektonik M3,5 Dirasakan di Kabupaten Garut Jabar
Peresmian Gereja Yasmin, Mahfud MD: Negara Harus Hadirkan Toleransi
Mari Bantu Ibu Ilas, Buruh Tani Asal Naringgul Cianjur Idap Penyakit Kanker Payudara