Saat Idul Fitri kita rayakan
bukan dunia yang kita agungkan
melainkan diri yang kita tundukkan
dari segala yang berlebihan
dan kesombongan yang kita luruhkan
Saat Idul Fitri tiba
takbir menggema sebagai bahasa semesta
yang menyatukan langit dan bumi
dalam kesadaran akan keagungan Ilahi
Gema takbir bukan hanya pengagungan
melainkan sebuah pengakuan
bahwa tiada yang sempurna
kecuali Sang Pencipta alam semesta
Ucapan “mohon maaf lahir dan batin”
meruntuhkan tembok ego demi orang lain
bukan untuk mengusik luka lama
melainkan keikhlasan untuk memaafkannya
Agar tiada lagi beban
yang tertinggal dalam pikiran
kesalahan pun perlahan terlupakan
kekecewaan dilepas dengan keikhlasan
Senyum tulus dan pelukan hangat
hati lapang, jiwa nan kuat
hendaknya tetap terjaga
dan dirawat di hari-hari setelahnya
Malang, 20 Maret 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Orang yang Berilmu (Bagian 2152)
Mutiara Pagi: Malam Seribu Bulan (Bagian 2153)
Fitrah Kemenangan
Praktek Dokter Mandiri Pringgondani Cianjur Umumkan Jadwal Libur Lebaran 2026
Krisis Energi Meluas, Asia Terpaksa Ubah Pola Hidup Akibat Perang Timur Tengah
Demi Kenyamanan Pemudik, Polres Cianjur Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong
KOPRI PC PMII Cianjur Tebar Kebaikan dan Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan
Sempat Viral, Warga Sindangkerta Cianjur Gotong Royong Bangun Rutilahu
PMII Cianjur Kecam Keras Aksi Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Sucikan Jiwa dan Sempurnakan Ibadah di Bulan Ramadan dengan Membayar Zakat Fitrah (Bagian 31)