Fakta Menarik Tentang Sendawa yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

photo author
Yadi Hasanudin, Journal Nusantara
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 09:47 WIB
Sering sendawa dapat menandakan ada gangguan pencernaan dan penyakit. (Dok/net)
Sering sendawa dapat menandakan ada gangguan pencernaan dan penyakit. (Dok/net)

JOURNALNUSANTARA.COM - Beberapa kondisi kesehatan dapat menjadi penyebab bersendawa, seperti GERD dan infeksi H. pylori, namun umumnya terjadi ketika seseorang banyak menelan udara.

Sederhananya, kondisi ini tergolong cara tubuh mengeluarkan udara berlebih dari saluran pencernaan bagian atas. Udara tersebut mengandung oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida.

Baca Juga: Tersedak ? Janngan Panik, Ini Cara Penanganannya

Bersendawa adalah fungsi alami tubuh yang umum terjadi pada seseorang sama halnya dengan kentut, biasanya disertai dengan rasa kembung.

Meski tidak terlalu mengganggu aktivitas harian, namun sendawa berlebihan dapat didasari oleh kondisi kesehatan seperti infeksi pada saluran pencernaan, yang menimbulkan gejala lain seperti mulas.

Kemungkinan seseorang dapat merasakan kembung atau rasa penuh di perut saat bersendawa.

Baca Juga: RAMALAN Zodiak Hari Ini, 6 Desember 2025: Aries Curigaan, Taurus Jangan Boros, dan Gemini Perlu Berhati-Hati

Pada umumnya kondisi ini disebabkan oleh udara yang tertelan menumpuk di kerongkongan.

Penumpukan udara tersebut sering kali disebabkan oleh minum atau makan terlalu cepat, bicara saat makan, minum dan makan dengan gigi palsu yang tidak pas, mengonsumsi minuman berkarbonasi, merokok, mengisap permen keras, mengunyah permen karet, makan beberapa jenis makanan, seperti bawang putih dan bawang.

Penyebab lain dari sendawa sering terjadi dengan gejala tambahan seperti nyeri perut atau mulas, termasuk:

- Aerofagia, yaitu menelan udara sebagai kebiasaan gugup;

- Gastritis, yaitu peradangan pada lapisan lambung;

- Penyakit refluks gastroesofagus (GERD), yang dapat terjadi akibat fungsi sfingter di ujung esofagus yang tidak normal;

- Refluks asam, yang menyebabkan isi lambung bergerak ke esofagus.
Gejala GERD dan refluks asam dapat berbeda pada bayi dan anak-anak. Mereka mungkin merasa kembung atau tidak nyaman jika mereka tidak dapat mengeluarkan udara yang terperangkap sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ridwan Mubarok

Sumber: GoraEdu.com

Tags

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB

Mutiara Pagi: Prasangka (Bagian 2256)

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:37 WIB
X