Rezeki yang kita terima
Refleksi dari kesadaran kita
Seberapa lapang, seberapa percaya
pada keluasan nikmat Sang Pencipta
Rasa cukup akar ketenangan batin
Ketenangan batin tempat rezeki tumbuh
Rasa kurang akar kegelisahan batin
Kegelisahan batin membuat pikiran rapuh
Jika selalu merasa dalam kekurangan
Sejatinya memancarkan sinyal penolakan
Pikiran akan terasa sempit
Rezeki pun akan semakin sulit
Jika selalu merasa berkecukupan
Sejatinya memancarkan sinyal keberlimpahan
Pikiran akan terasa tenang
Rezeki pun akan mudah datang
Hati pun ikhlas menerima
Apa pun rezeki yang ada
Meski sedikit terasa bermakna
Karena rasa syukur selalu menyala
Langit pun ikut mengucapkan salam
Ketika rasa syukur tak pernah padam
Membawa berkah dan kedamaian
Serta manfaat bagi kehidupan
Malang, 8 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Urat Nadi Desa, Jalan Menuju Kemajuan
Jalan dan Peradaban, Simpul Kemajuan Manusia
Jaringan Jalan Indonesia, Dari Lorong Desa hingga Arteri Nasional
Membangun Harapan, Proposal Permohonan Pembangunan Jalan
Peran Vital Masyarakat dalam Pembangunan Jalan
Mutiara Pagi: Tarian Kehidupan (Bagian 2020)
Webinar Spesial 4 Tahun Bumi Kreasi Jatiluhur: Bisnis Terbaik Lahir dari Titik Temu Hati, Keahlian, dan Kebutuhan Dunia
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Masjid, Dari Tempat Ibadah Menjadi Humanitarian Hub dan Pionir Aksi Nyata (Bagian 12)
Mutiara Pagi: Syukur (Bagian 2021)
Citarum Harum, Upaya Membebaskan Sungai dari Predikat Terkotor Dunia