Bulan bahasa bukan sekadar peringatan,
tetapi seruan untuk kesadaran
Bahwa bahasa adalah rumah peradaban
tempat budaya berlabuh dengan persatuan
Di bulan ini kata menari,
berselendang cahaya di seantero negeri
Huruf-huruf berbaris rapi,
menyusun makna antara hati dan nurani
Bahasa bukan sekadar bunyi,
tapi napas bangsa yang tak boleh mati
Dari tutur ibu hingga amanah negeri,
teranyam sejarah, menjadi jati diri
Setiap suku menulis cerita,
dari jiwa dan adat yang berbeda
Berpadu dalam bahasa yang sama:
Bahasa Indonesia tercinta
Bulan bahasa, bulan cahaya,
mengingatkan kita akan arti bicara
Bahwa tutur santun lebih berharga,
daripada seribu kalimat tanpa makna
Rawatlah bahasa dengan setia
seperti menjaga nadi dalam dada
Sebab di setiap kata yang kita jaga,
tersimpan martabat bangsa yang mulia
Malang, 28 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Seni Belanja Cerdas, Menguasai Daftar dan Mengendalikan Anggaran
Sesudah Hidup
Jelajah Akhir Pekan dengan Bersepeda
Mutiara Pagi: Lisan (Bagian 2009)
ARWT Cianjur Desak Pemda Kembalikan RPJMD ke Rencana Awal, Hentikan Pembelokan Janji Kepala Daerah Terkait Program RT
Pelatihan Khusus Pegadaian Area Jatiwaringin, The Power of Communication Skill and The Art of Public Speaking for Leader and Negotiator
Seminar Emas Pegadaian, Sustainable Happiness in the Middle Life Full of Surprises
Kuliah Umum Investasi Emas untuk Gen-Z, Mahasiswa Cerdas Finansial Mulai Investasi Emas Sejak Dini
Mutiara Pagi: Bicara Boleh Saja (Bagian 2010)
Paradoks Purbaya: Akankah Dia Tetap Tak Terbendung?