Dalam pelukan doa,
kita menemukan tenang,
bahwa setiap takdir-Nya,
tanda kasih yang tak pernah hilang
Rintangan atau kegagalan
Hanyalah sebuah pelajaran
Di baliknya selalu ada jawaban
Yang penuh dengan keindahan
Selama hati masih percaya
Ada cahaya yang menjaga
Menuntun ke ruang kosong
Dengan anugerah yang lebih agung
Tuhan tak pernah alpa
Untuk memberi yang terindah
Dia hanyalah menunda
Agar kita tak pernah menyerah
Setiap takdir-Nya adalah jalan,
yang mengajarkan ketulusan
Cahaya yang memurnikan hati,
mendekatkan jiwa pada Ilahi
Kadang kita bertanya,
“Kenapa langkah terasa berat?”
Namun, sering lupa menyadarinya,
Jika ada langkah yang tak tepat
Malang, 26 September 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kebaikan yang Kembali, Menolong Sesama untuk Mengundang Pertolongan Ilahi
Bangsa Miring
Hari Tani: Petani untuk Indonesia, Bukan untuk Oligarki
Mutiara Pagi: Cahaya Itu Selalu Ada (Bagian 1974)
Tadabbur Ayat-Ayat Pendidikan, Memohon 'Pintu Masuk' dan 'Pintu Keluar' Terbaik dalam Hidup
Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Permanen
Prabowo Jadikan Indonesia Role Model Diplomasi Dunia
JIM Soroti Dugaan Kejanggalan Tender di Sekretariat DPRD Cianjur, Minta Transparansi dan Dorong RIKSUS
Perpustakaan Masjid NU Sunan Giri Lamongan Diresmikan, Hadirkan Duta Baca Nasional Gol A Gong
Reformasi Pembahasan Anggaran Suatu Keniscayaan