Banyak yang mengira
Tentang kata merdeka
Memaknainya sekadar bebas
Padahal lebih dalam maknanya
Daripada sekadar lepas
Seorang bapak yang bijaksana
Bertanya kepada anaknya:
“Merdeka itu apa, Nak?”
“Boleh melakukan apa saja, Pak!”
Sang bapak tersenyum tipis
Tapi tak menunjukkan wajah sinis
“Tidak, Nak. Merdeka itu
Ketika hatimu tak diperbudak nafsu
Rasa takut tak mengikat pikiranmu
Mata anak itu lalu berkaca-kaca
Seakan baru menyadarinya
Bahwa kemerdekaan bukan hadiah
Tetapi perjuangan yang luar biasa
Di dalam jiwa manusia
Ia lalu tersenyum pelan
Berdiri tegap tanpa keraguan
Seperti prajurit yang pemberani
Yang menjaga benderanya sendiri
Di tengah angin yang bertiup tiada henti
Ia pun mulai memahaminya
Jika merdeka telah berakar di dada
Semua akan berlari dengan gembira
Mengejar cahaya
Yang tak lain adalah
Indonesia
Malang, 18 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Harga Kemerdekaan (Bagian 1933)
Anomali APBD 2026 Cianjur: Proyek Melejit, Program Rakyat Sulit
KKN Kelompok 01 Gelar 'Jumat Berkah' di Desa Cibarengkok, Tebar Sukacita dan Kepedulian Sosial
KKN STAINU Cianjur Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah di Desa Sukaratu, Hadirkan Narasumber Profesor dan Doktor Terkemuka
Mengapa Terpidana Tidak Dieksekusi Meskipun Putusan Sudah Inkracht?
Mutiara Pagi: Membaca Ulang Kemerdekaan (Bagian 1934)
Kenaikan PBB dan Kebijakan Pro Rakyat
Mutiara Pagi: Menjadi Indonesia (Bagian 1935)
Ironi Merdeka
Warga Sukaluyu Cianjur Memohon Uluran Tangan Bupati untuk Biaya Persalinan Istri