Pujian manusia memang menggoda
Selalu memberikan rasa bangga
Seolah-olah memosisikan kita
Sebagai manusia yang luar biasa
Capaian popularitas dan pengakuan
Telah menjadi sebuah keharusan
Dengan berlomba-lomba meraih pujian
Sebagai pertanda puncak keberhasilan
Terdapat peringatan yang tajam
Yang perlu direnungkan dalam-dalam
Seperti yang Rumi sampaikan
Supaya berhati-hati dengan pujian:
"Yang menakutkan, saat engkau dipuja-puja
oleh manusia yang berada di sekelilingnya
Namun ternyata engkau bukan siapa-siapa
di sisi Tuhan Yang Maha Mulia”
Kalimat itu sebuah refleksi
Bukan sekadar rangkaian kata puitis
Betapa sering kita tidak menyadari
Bahaya pujian dan kata-kata manis
Betapa banyak yang dielu-elukan
Disanjung namanya, karena sebuah jabatan
Namun pada akhirnya akan ditinggalkan
Setelah mereka tidak lagi dibutuhkan
Malang, 20 Juni 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Pemuja Diri Sendiri (Bagian 1875)
Kebenaran yang Terperangkap dalam Gema Kemenangan
Etika Islam Menjaga Keseimbangan Ekosistem Alam dan Lingkungan
Naratas Jalan Lawas: Antara Romantika Akar dan Ironi Bangsa yang Lupa Diri
Kerinduan Tak Terbendung pada Rasulullah SAW, Refleksi Ziarah Menurut Mbah Moen dan Dalilnya
STISNU Cianjur: Kuliah Asyik Tanpa Panik Biaya, Siap Cetak Generasi Unggul
Mutiara Pagi: Tafsir tentang Mawar (Bagian 1876)
Batam Aero Technic (BAT): Ambisi Menjadi Bengkel Pesawat Terbesar di Dunia
Insiden Gunung Galunggung, Kisah Heroik British Airways di Langit Indonesia
Menjaga Kemitraan Strategis, Dinamika Hubungan Indonesia–Rusia di Era Global