Jalaluddin Rumi pernah berpetuah:
“Teruslah berjalan! Teruslah berjalan!
Wahai jiwa, kita datang dan pergi
Dari dunia perpisahan menuju keabadian
Menuju penyatuan dengan keaslian diri
Janganlah terpisah dari keaslian diri
Terlalu sibuk membandingkan diri sendiri
Dengan harapan dan hidup orang lain
Sehingga gelisah tumbuh di dalam batin
Tuhan telah mengajarkan kita
Untuk mengenali diri sendiri
Untuk menjawab panggilan jiwa
Tentang hakikat diri kita sendiri
Yang sangat fasih berkata “saya”
Tapi gagap memahami “siapa saya”
Tak heran, keaslian menjadi barang dagangan
Yang harus dikemas dengan kepura-puraan
Disesuaikan dengan algoritma pasar
Tidak peduli salah atau pun benar
Dengan potongan konten media sosial
Agar secepat kilat bisa segera viral
Di ruang publik, keaslian berubah bentuk
Khawatir terlihat buruk daripada berbuat buruk
Sehingga lebih takut dinilai gagal
Daripada menyadari bahwa dirinya telah gagal
Malang, 15 Mei 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Kekuatan Jalanan (Bagian 1839)
Tidur Singkat Berkualitas, Strategi Efektif Tingkatkan Produktivitas dan Kewaspadaan
Gurun, Lanskap Ekstrem dengan Keanekaragaman Hayati yang Tersembunyi
Rumah Sejuk Meski Tanpa Tanaman, Kiat Ciptakan Hunian Nyaman di Tengah Cuaca Panas
Tips Merawat Rumah di Musim Hujan agar Tetap Nyaman dan Aman
Mutiara Pagi: Pejuang Dilupakan Waktu (Bagian 1840)
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Hidup Lebih Sehat
Rangkul Persatuan, Tolak Kekerasan: Bersama Akhiri Tawuran
Noda Hitam Kekhalifahan: Membedah Kebobrokan Turki Utsmani hingga Runtuhnya Khilafah
Jejak Sejarah Hari Kamis: Dari Mitologi hingga Tradisi