Surga, yang seluas langit dan bumi
Terasa sempit jika hanya dimaknai
Dengan penuh percaya diri
Hanya mereka yang layak jadi penghuni
Lengkap dengan syarat mereka buat
Serta ketentuan untuk bisa didapat
Sehingga seperti arena undian
Sesuai aturan yang mereka tetapkan
Seakan-akan pemilik surga
Dengan segala atribut yang ada
Berbagai cara menyakinkan pengikutnya
Bahwa tiket surga berada di tangannya
Seolah-olah Tuhan menitipkan undangan
Pada kelompok yang mereka tentukan
Atau Tuhan telah memberi kewenangan
Pada kelompok yang mereka tetapkan
Apakah seorang buruh,
yang bekerja sungguh-sungguh
Demi anak dan istrinya
Hanya karena bukan kelompoknya
Tidak pantas mendapatkan surga?
Begitu juga seorang ibu,
yang selalu bangun dan menunggu
saat mengganti lampin bayinya
hanya karena bukan komunitasnya
Tidak pantas berhadiah surga?
Sebagai wakil Tuhan di bumi
Seharusnya sudah memahami
Bukan menutup pintu surga
Seolah-olah hanya untuk dirinya
Malang, 9 April 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Kupat: Makanan Tradisional Asia Tenggara
Cara Memilih HP yang Tepat: Panduan Lengkap untuk Membantu Anda Memilih Smartphone Idea
Mengelola Keuangan Pasca Liburan, Langkah Cerdas untuk Kembali Sehat Finansial
Lebaran dan Liburan, Momen Berkumpul dan Merayakan Kebersamaan
Tips Naik Gunung Aman dan Lancar
Tips Ampuh Menjaga Makanan Tetap Awet dan Segar
Mutiara Pagi: Tuhan Tidak Butuh Mikrofon (Bagian 1804)
BEM PTNU Bekasi Silaturahmi dengan Ketua PCNU, Bahas Fokus Gerakan Mahasiswa NU
MUBES & RAKER ORMAWA STIT ASSAIDIYYAH: Mewujudkan Kolaborasi, Transparansi, dan Solidaritas di Kampus
Puteri Indonesia 2025: Menyongsong Generasi Penuh Prestasi dan Pemberdayaan