Seorang filsuf Tiongkok kuno, Laozi (Lao Tzu), mengatakan, "Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah.” Demikian pula perjalanan dalam menuju keabadian. Ia tidak membutuhkan lompatan besar, tetapi langkah-langkah kecil yang konsisten.
Ramadan mengajarkan kita bahwa dalam kesederhanaan, ada kebesaran. Dalam ketulusan, ada kemuliaan. Dalam setiap amal kecil, ada keabadian dan keagungan Yang Maha Agung, Allah SWT.
Dari Ramadan ke Ramadan, semoga kita dapat menoleh ke belakang dan melihat jejak-jejak kecil yang telah kita tinggalkan. Kemudian menjadikannya cermin untuk lebih dekat kepada cahaya yang abadi. Demikian pula, setiap butir kebaikan yang kita tabur di bulan suci ini, semoga menjadi benih yang tumbuh subur di taman keabadian.
*Penulis adalah Corporate Legal Consultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.
Artikel Terkait
HPP Gabah dan Petani Gurem
Tantangan Disrupsi Teknologi, PAC MDS RA Karangtengah Cianjur Sampaikan Pesan Penting untuk Seni Kaligrafi dalam Regenerasi Digital
Ramadan: Telaga di Padang Gersang
Mutiara Pagi: Keheningan (Bagian 1796)
Digitalisasi Pesantren
Pamor Sepeninggal Prabu Siliwangi dan Sunan Gunung Jati Cirebon
KAHMI Jabar Dukung Gubernur Dedi Mulyadi Relokasi Kawasan Puncak Cisarua, Bogor
Ratusan Siswa Ikuti Sanlat BKPRMI Cianjur: Membentuk Pemuda Religius yang Berkontribusi untuk Umat
Mutiara Pagi: Lantunan Firman Ilahi (Bagian 1797)
Presnas BEM PTNU Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Pemerintahan dari Koruptor