Ramadan adalah perjalanan
Di dalamnya penuh dengan kenangan
Perasaan terus bersemi
Dengan hati yang selalu ingin diperbaiki
Setiap Ramadan datang
Selalu ada aroma baru
Dalam keheningan sujud yang panjang
Ada rindu yang menguat dalam kalbu
Ada kesabaran yang diuji
Di antara lantunan ayat suci
Semua menuntun kita
Tentang cara berlapang dada
Denting waktu yang terus berputar
Menjadi saksi perasaan yang berubah
Ada janji-janji yang terikrar
Tidak mengulangi perbuatan yang salah
Dari Ramadan ke Ramadan
Berharap agar dapat dipertemukan
Anugerah terindah seribu bulan
Yang penuh rahmat dan ampunan
Dari Ramadan ke Ramadan
Kita diajak untuk memahami
Agar kita dapat merasakan
Haus dan lapar saudara kita sendiri
Malang, 28 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Sahabat di Hari Kiamat
Apa Saja yang Membatalkan Puasa?
Apakah Wanita Haid Boleh Berpuasa?
7 Cara Menulis Judul Artikel Viral
Tips Membuat Kolak Enak untuk Berbuka Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN: Momentum Pembentukan Perilaku dan Karakter dengan Akreditasi Unggul
Mutiara Pagi: Negara Lunak (Bagian: 1784)
Liberalisme, Kapitalisme, Imperialisme, Fasisme di Negara Berkembang Seperti Indonesia (1)
Liberalisme, Kapitalisme, Imperialisme, Fasisme di Negara Berkembang Seperti Indonesia (2)
Polres Cianjur Gelar Baksos Polri Presisi Bersama OKP dan Aliansi BEM Cianjur