Setiap Februari tiba
Ada angin yang membawa aroma
Terpendam dalam ruang waktu
Di mana doa telah menunggu
Bulan ini bukan sekadar angka
Di tengah gemerlap dunia
Tapi memberi ruang berpikir
Tentang hidup yang terus mengalir
Februari menyimpan janji
Tentang pagi yang datang kembali
Bahwa setiap detik yang kita jalani
Menyimpan makna yang berarti
Setiap Februari tiba
Ada keindahan tak terucapkan
Namun semua begitu terasa
Menggugah pikiran dan perasaan
Setiap rintik hujan yang jatuh
Ada pelajaran tentang keberanian
Siapa saja yang bersungguh-sungguh
Niscaya mendapatkan kesuksesan
Meski tidak selalu mulus
Jalani dengan tulus
Meski datang dan pergi
Ikhtiar jangan pernah berhenti
Malang, 1 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Isra’ Mi’raj dan Realita Ummat - 02
Gandeng Kebersamaan, Ketua RT Terpilih Dahulukan Kepentingan Masyarakat
Mutiara Pagi: Tiga Puluh Januari (Bagian 1757)
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 04
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 1)
Maling Lahan Negara Berkedok HGB dan HGU Merebak, Landreform Tinggal Slogan (Bag 2)
Mutiara Pagi: Benang Tipis (Bagian 1758)
Ketika Hati Mulai Mati, Ke Mana Kita Harus Mencari Cahaya?
Teori Kuda Mati (Dead Horse Theory)
Isra’ Mi’raj dan Realita Umat - 05