Pagi bukan sekadar waktu
Ada lembar kosong menulis impian
Tentang kehidupan yang terus berpacu
Sesuai tujuan yang kita inginkan
Menitik di ujung dedaunan
Seiring cahaya lembut perlahan
Bercerita tentang langit biru
Menyapa dunia dengan rona yang baru
Burung-burung bernyanyi riang
Menghidupkan pagi dengan alunan tenang
Angin pagi membawa cerita
Tentang hari ini yang penuh makna
Langkah kecil mulai bergerak
Menyusuri jalan penuh jejak
Menyambut mentari tersenyum hangat
Dengan tekad dan penuh semangat
Karena hidup tak boleh diam
Meratapi nasib di masa silam
Apa pun yang telah terjadi
Jadikan pelajaran untuk esok hari
Meski langkah terkadang lelah
Tapi keyakinan tak boleh goyah
Karena selalu ada kesempatan
Di ujung langkah yang kelelahan
Malang, 14 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Cukuplah Dia (Bagian 1708)
Tingkat Partisipasi Pilkada Menurun Menunjukkan Rendahnya Kepercayaan Publik?
Refleksi Mengapa Lebih Digandrungi Dibanding Masjid
Teh Botol Sosro
Sambangi Cianjur, OJK Gelar Briefing Pinjol Legal dan Ilegal
Pilkada 2024, MD KAHMI Kabupaten Bandung Sampaikan Ucapan Selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih
Renungan, Hikmah, dan Solusi Islami Tanda Akhir Zaman
Mutiara Pagi: Indonesia Indah (Bagian 1709)
Rido Tidak Jadi Gugat ke MK, Khawatir Terbuka Borok Sendiri?
Perkuat Kebersamaan, Gerakan Pramuka STAI Al-Azhary Cianjur Gelar Silaturahim Inspiratif