Dengan landasan ini, berikut adalah pembahasan lebih mendalam tentang prinsip menjadi orang tua yang bijaksana berdasarkan ajaran Islam
1. Berlaku Adil kepada Semua Anak
Keadilan adalah pondasi keluarga yang harmonis. Ketidakadilan dalam perlakuan terhadap anak-anak dapat menimbulkan kecemburuan, permusuhan, dan trauma psikologis. Rasulullah SAW. mengingatkan:
اتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ.
"Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anak kalian." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menyebutkan bahwa keadilan mencakup pemberian materi, kasih sayang, dan perhatian yang seimbang kepada semua anak. Hal ini menghindarkan perselisihan yang dapat merusak hubungan keluarga.
Langkah-Langkah:
*Hindari membandingkan anak-anak secara langsung atau tidak langsung.
*Berikan perhatian sesuai kebutuhan, tanpa membedakan berdasarkan gender atau prestasi.
*Jangan menunjukkan preferensi secara terang-terangan di depan anak.
2. Membesarkan dan Mendidik dengan Kasih Sayang
Islam mengajarkan bahwa pendidikan harus didasari cinta, kelembutan, dan kesabaran. Rasulullah SAW. bersabda:
إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ...
"Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan." (HR. Muslim).
Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Qur'an:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا...
"...dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia..." (QS. Al-Baqarah: 83).
Kelembutan dan kasih sayang dalam mendidik menciptakan ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak. Anak yang dididik dengan cinta cenderung memiliki karakter yang percaya diri dan penuh empati.
Artikel Terkait
Why I Support Zohran Mamdani to Be the Next Mayor of New York City
Cetak Instruktur Pemberdaya, Kader GP Ansor Karangtengah Ikuti Pelatihan Agro
Aku Adalah Titik Terkecil di Alam Semesta
Kembali Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Education Nusantara Indonesia Kini Jelajahi Negeri Wandan
Prabowo dan Jokowi Turun Gunung Pilkada Jawa Tengah, Ada Apa?
Mutiara Pagi: Seperti Buku (Bagian 1688)
Ajengan Marti: Ulama Produktif Asal Cianjur
Pentingnya Kesabaran
Darimana Jepang Belajar Membuat Pesawat Tempurnya Saat Perang Dunia Ke-2?
Mutiara Pagi: Manusia Adalah Penulis (Bagian 1689)