Allah menyebutkan: “sungguh kami telah persiapkan jahannam untuk banyak jin dan manusia. Mereka memilki hati tapi tidak memahami dengannya, memilki mata tapi tidak melihat dengannya, dan memilki telinga tapi tidak mendengar dengannya”. Maka mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat (dati binatang)
Dalam kenyataan hidup manusia petunjuk melalui penciptaan (hidayatul khalq) ini selalu menggelitik. Kesadaran yang akan tetap ada dan tak akan tergantikan (laa tabdiil). Sehingga kalaupun karena keangkuhan dan dorongan hawa nafsunya manusia menyalahinya (melanggar) seolah biasa saja. Namun petunjuk penciptaan (hati nurani) itu akan menggelitiknya. Sehingga kesalahan atau pelanggaran (dosa-dosa) yang dia lakukan itu akan menghantuinya.
Orang yang melakukan dosa-dosa, bahkan tanpa diketahui oleh siapapun, akan tetap merasakan beban berat dari perbuatan dosa itu. Perasaan bersalah (guilt) akan menghantuinya karena ada kejujuran batin yang diingkari akibat hawa nafsu dan keangkuhan tadi. Sehingga bagaimana pun dan dengan cara apapun menyembunyikan kesalahan itu dia akan merasa terkejar-kejar.
Pencuri dan penipu bahkan tanpa diketahui oleh siapapun dalam aksinya akan merasa dikejar-kejar dan takkan pernah tenang dalam hidupnya. Kesalahan dan doa itu menjadi beban berat yang menjadikannya kehilangan ketenangan batin dalam hidupnya.
Inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya: “dosa itu adalah apa yang terasa di dadamu dan engkau takut jika manusia mengetahuinya”.
Ini pulalah dasarnya sehingga Rasulullah pernah mengingatkan umatnya: “istafti qalbaka” (tanya hati nuranimu). Beliau mengingatkan bahwa anda bisa menipu dan membohongi banyak orang. Tapi satu hal yang paling pasti yang anda harus sadari “jangan membohongi diri sendiri”. Hati nurani tidak akan bisa didustai!
Kedua, (Bersambung….).
NYC Subway, 23 September 2024
* Presiden Nusantara Foundation
Artikel Terkait
Taktik Shin Tae-yong Jelang Indonesia Bentrok di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Kemenangan dan Pertolongan dengan Sebab Orang-orang Lemah
Mutiara Pagi: Yang Maha Mandiri (Bagian 1592)
Bikin Bangga, 30 Anggota Pasukan Pengibar Bendera Dikukuhkan Kades Cibokor
Akankah Peristiwa 98 Terulang?
Notulensi Titi Anggraini Saat Audiensi Koalisi Masyarakat Sipil dengan KPU RI
Putusan Mahkamah Konstitusi yang Tidak Konstitusional
Mutiara Pagi: Yang Maha Penemu (Bagian 1593)
Kompak... Dosen FDK UIN Bandung Bersiap Laksanakan Perkuliahan Semester Gasal
Selamatkan Demokrasi! Kawal Putusan MK, Tolak RUU Pilkada