4 Kelompok Orang Yang Beresiko Kena Syaraf Terjepit di Tangan

photo author
Abdul Qodir Majid, Journal Nusantara
- Kamis, 26 Oktober 2023 | 12:33 WIB
Ilustrasi Nyeri Sendi pada tangan akibat asam urat  menurut dr Saddam Ismail  (Septimiu)
Ilustrasi Nyeri Sendi pada tangan akibat asam urat menurut dr Saddam Ismail (Septimiu)

JournalNusantara.com - Penyakit syarat tangan kejepit adalah kondisi dimana terjadi kontraksi berlebihan syaraf tangan akibat terkena radiasi, kegiatan berlebihan atau dipengaruhi suhu tertentu, efek penyakit darah tinggi atau kolesterol dan yang lainnya.

Baca Juga: 8 Manfaat Buah Naga

Syaraf tangan kejepit menyebabkan tangan merasa nyeri dan linu, kemungkinan akan menganggu kegiatan sehari-hari.

Selain itu ada beberapa aktifitas yang menyebabkan syaraf tangan kejepit :

1. Orang yang naik motor dalam jangka waktu yang lama

Apalagi jalannya jelek, itu akan menimbulkan getaran yang besar pada pergelangan tangan akan meningkatkan resiko syaraf terjepit pada tangan.

Baca Juga: Ditengah Moratorium, Apakah Peresmian Titik Nol Pemekaran Cianjur Hanya Ngabebenjokeun Warga Cisel?

2. Orang yang seharian ngetik / nulis dimeja.

Pekerja bagian administrasi yang berhubungan dengan pengetikan atau penulisan yang dilakukan terus menerus bisa mengakibatkan tangan terlalu capek.

Caranya hindarkan posisi tangan yang kurang baik, pastikan posisi tangan lurus, pergelangan tangan tidak naik keatas, turun kebawahn tidak miring kekanan dan kekiri.  Usahakan tangan lurus dan tidak ditekan secara langsung oleh permukaan yang keras. Usahakan sempatkan melakukan streching secara berkala dan istirahatkan tangan.

Baca Juga: PB IDI Mengingatkan Proses Pemeriksaan Kesehatan Capres Cawapres harus Independen dan Imparsial

3. Orang yang mengoperasikan mesin yang bergetar

Misalnya sering pegang bor, pegang palu dan melakukan gerakan yang berulang-ulang dengan getaran dan beban.

4. Ibu hamil

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Kenapa Harus Peduli Palestina

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Qodir Majid

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Mutiara Pagi: Ucapan (Bagian 2229)

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Diam atau Bersuara (Bagian 2228)

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:02 WIB

Mutiara Pagi: Ruang Perjumpaan (Bagian 2227)

Senin, 1 Juni 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan ( Bagian 2226)

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:11 WIB

Mutiara Pagi: Logika (Bagian 2225)

Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Simfoni Kerinduan (Bagian 2224)

Jumat, 29 Mei 2026 | 06:30 WIB

Mutiara Pagi: Manusia Paripurna (Bagian 2223)

Kamis, 28 Mei 2026 | 07:17 WIB

Mutiara Pagi: Delapan Benda Langit (Bagian 2221)

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:56 WIB

Mutiara Pagi: Musik dan Kehidupan (Bagian 2220)

Senin, 25 Mei 2026 | 07:45 WIB

Mutiara Pagi: Tangan Langit (Bagian 2219)

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:20 WIB

Mutiara Pagi: Istiqomah Terberat (Bagian 2218)

Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:09 WIB

Mutiara Pagi: Menulis Kisah (Bagian 2216)

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:43 WIB

Mutiara Pagi: Siklus Kehidupan ( Bagian 2215)

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mutiara Pagi: Kata-kata Manusia (Bagian 2214)

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:45 WIB

Mutiara Pagi: Kesibukan (Bagian 2212)

Minggu, 17 Mei 2026 | 08:32 WIB

Mutiara Pagi: Tajassus (Bagian 2211)

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:41 WIB
X