Journalnusantara.com, Cianjur – Mahasiswa Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun wawasan global melalui penyelenggaraan webinar internasional bertajuk "Strengthening Agricultural Innovation Through Global Communication".
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi lintas negara guna mendorong inovasi berkelanjutan di sektor pertanian.
Webinar yang digelar secara daring ini diselenggarakan di bawah bimbingan Dr. Nia Kurniawati, M.Pd., dan dipimpin oleh Marsel sebagai ketua pelaksana. Acara ini berhasil menarik perhatian luas, baik dari kalangan civitas akademika maupun peserta umum, serta menghadirkan dua narasumber internasional dari Ghana dan Indonesia.
Salah satu pembicara, Mr. Abdul Razak Adama dari Ghana, menekankan pentingnya kolaborasi lintas batas dalam memperkuat sistem pangan global. “Inovasi dalam pertanian harus didorong oleh pengetahuan bersama dan kerja sama lintas negara. Saya percaya webinar ini adalah platform penting untuk bertukar ide yang dapat mentransformasi sistem pangan secara global,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Ketika komunikasi global diperkuat, solusi lokal pun ikut diberdayakan. Pertanian di negara berkembang seperti Ghana sangat diuntungkan melalui diskusi seperti ini.”
Ketua pelaksana, Marsel, menyampaikan bahwa komunikasi terbuka adalah kunci dalam menciptakan solusi inovatif.
“Webinar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara sangat diperlukan untuk mewujudkan inovasi pertanian yang lebih efektif. Kami percaya, dari komunikasi yang terbuka akan lahir solusi yang mampu menjawab tantangan global di sektor pertanian,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dilandasi semangat untuk membangun jejaring global demi mendukung transformasi pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Nia Kurniawati, M.Pd., menilai bahwa webinar ini merupakan sarana strategis untuk memperkuat diskusi dan kolaborasi global. “Melalui forum ini, kita membuka ruang dialog dan kerja sama internasional yang dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di bidang pertanian. Komunikasi lintas batas adalah jembatan penting menuju kemajuan sektor pertanian yang berkelanjutan,” jelasnya.
Webinar ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu dan pengalaman, tetapi juga langkah nyata mahasiswa dalam membangun jejaring internasional yang berpotensi melahirkan kolaborasi masa depan. Antusiasme tinggi dari para peserta menunjukkan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan global yang dihadapi sektor pertanian saat ini.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, diharapkan mahasiswa Universitas Suryakancana terus berkembang menjadi individu yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam skala global, khususnya dalam mendukung transformasi pertanian yang berkelanjutan.