V. KESIMPULAN menarik dari kunjungan ke perguruan tinggi di Jepang adalah kualifikasi dan seleksi mutu. Hal ini dapat dilihat dari tingkat keketatan penerimaan (intake) mahasiswa baru.
Proporsi hasilnya terlihat dari jumlah mahasiswa pascasarjana yg lebih besar dibanding jumlah mahasiswa sarjana. Berarti top ranking universitas di Jepang lebih berkonsentrasi pada penguatan riset bidang ilmu dari sekedar pembelajaran.
Istilah yg biasa dikenal dalam dunia perguruan tinggi antara level "research university" dengan level "teaching university". Pada Top ranking perguruan tinggi Jepang lebih berkonsentrasi pada pembelajaran berbasis riset dan riset berbasis pembelajaran.
Hal itu terlihat dari proporsi jumlah mahasiswa pascasarjana yg lebih besar ketimbang jumlah mahasiswa Program sarjana. Seperti terlihat pada Universitas Tokyo, Kyoto, Tohoku, Nagoya, Osaka, dan Tsukuba.
Pelajaran menarik juga bagi Indonesia untuk memberi standar khusus dan beban akademik lebih kepada katagori PTN-BH, BLU, dan Satker. Ketiga katagori PTN itu tidak sekedar urusan standar manajemen dan administrasi keuangan.
Tetapi juga katagori itu harus diperkuat dengan standar lebih untuk mutu akademik. Bahkan untuk penetapannya tidak sekedar di baptis melalui rezim perizinan, tetapi dilakukan tera mutu dan standar melalui akreditasi.
Sedang bagi PTS bisa dibuatkan katagori dengan standar yg tidak semata urusan manajemen & administrasi keuangan. Tetapi juga mandat stadar mutu akademik yg lebih kuat. Diharapkan dengan penguatan standar mutu dan akreditasi, dapat memperkuat akselerasi mutu pendidikan tinggi Indonesia ke depan.