Journalnusantara - Perayaan Halloween 2022 telah menjadi tradisi bagi masyarakat yang tinggal di benua Eropa dan berbagai koloninya sehingga perayaan ini tidak lagi identik dengan musim gugur.
Halloween menurut Wilkipedia berarti malam hari semua orang kudus, adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai di sejumlah negara pada tanggal 31 Oktober, yaitu malam Hari Raya Semua Orang Kudus di Kekristenan Barat.
Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari Masa Para Kudus, suatu periode dalam tahun liturgi yang didedikasikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia, termasuk para kudus atau santo/santa, martir, dan semua arwah umat beriman.
Terdapat keyakinan luas bahwa banyak tradisi Halloween bermula dari festival-festival panen Kelt kuno yang mungkin memiliki akar-akar pagan, khususnya festival Samhain etnis Gael, dan festival tersebut dikristenkan sebagai Halloween.
Kegiatan saat Halloween meliputi Trick or treat (atau hal terkait penyamaran dengan kostum seram), menghadiri pesta kostum Halloween, mendekorasi, mengukir waluh menjadi Jack-o'-lantern, menyalakan api unggun besar, permainan ramalan atau penenungan, apple bobbing, bermain lelucon praktis, mengunjungi atraksi berhantu, menceritakan dongeng menakutkan, dan menonton film horor.
Di banyak belahan dunia, perayaan keagamaan Kristen saat Malam Para Kudus, misalnya menghadiri ibadah gereja dan menyalakan lilin pada makam, masih tetap populer meskipun di tempat lain berlangsung perayaan yang lebih sekuler dan komersial.
Beberapa umat Kristen secara historis berpantang daging pada Malam Para Kudus, suatu tradisi yang tercermin dengan makan makanan tertentu pada hari vigili ini, misalnya apel, panekuk kentang, dan kue jiwa.
Baca juga:
Tragis, Logsor di Cadas Pangeran Timpa 2 Mobil Yang Melintas
Awal mula perayaan Halloween berasal dari tradisi kuno masyarakat Celtic, suku asli yang ada di Inggris Utara yang dikenal sebagai bangsa Irlandia, untuk merayakan festival Samhain.
Festival tersebut dirayakan dengan menyalakan obor pada malam hari dan berpakaian ala hantu untuk mengusir roh-roh jahat. Malam sebelum 1 November kemudian dikenal sebagai malam All Hallows Eve (Malam Keramat) yang kemudian disebut Halloween.
Baca juga:
Mengenaskan, Tragedi Itaewon, 151 Tewas, 2 WNI jadi Korban Luka
Halloween awalnya diperingati sebagai malam tahun baru masyarakat Celtic yang jatuh pada 1 November. Masyarakat Celtic percaya bahwa malam sebelum pergantian tahun, batasan antara orang hidup dan orang mati memudar untuk sementara.
Sehingga, pada malam 31 Oktober masyarakat Celtic merayakan tradisi Samhain untuk memperingati kembalinya arwah orang mati ke dunia.
Baca juga:
Artikel Terkait
Tragis, Logsor di Cadas Pangeran Timpa 2 Mobil Yang Melintas
Mengenaskan, Tragedi Itaewon, 151 Tewas, 2 WNI jadi Korban Luka
Heboh, Dituduh Pelacur dan Germo, Dewi Perssik Gelar Sayembara Rp100 Juta