Journalnusantara.com, Padang - Muhammad Fikri (18), pemuda asal Lubuk Basung, Sumatera Barat, berhasil menorehkan prestasi gemilang di usianya yang masih muda. Lulusan SMAN 2 Lubuk Basung ini dinobatkan sebagai Duta Pelajar Juara Indonesia Nasional Putra 2025.
Fikri terpilih dari ribuan peserta dalam ajang bergengsi Putera Pesona Prestasi Indonesia, sebuah kompetisi yang mencari pemuda-pemudi dengan kepedulian terhadap isu sosial, pendidikan, globalisasi, pariwisata, dan budaya.
Fikri, yang merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, memiliki minat yang kuat dalam public speaking dan isu pencegahan bullying.
Keterlibatannya sebagai bagian inti dari Komunitas Pelajar Anti Bullying (PAB Community) menunjukkan komitmennya yang tinggi. Bersama komunitasnya, ia aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberantas bullying.
"Selain itu, saya juga sering memberikan edukasi dan informasi positif melalui akun Instagramnya @fyhrq_ yang memiliki lebih dari 5.000 pengikut," katanya, Sabtu (30/8/2025).
Perjalanan Fikri di ajang Putera Pesona Prestasi Indonesia tidaklah mudah. Ia mendaftar di hari terakhir pendaftaran dan melewati serangkaian seleksi ketat. Fikri berhasil mendominasi sesi debat dengan argumen-argumen kritis yang membuat peserta lain kagum.
Di malam grand final, ia tampil memukau dengan pidato 30 detiknya dan berhasil melaju ke babak Top 3, di mana ia kembali berpidato dalam bahasa Inggris dan menjawab pertanyaan juri dengan cemerlang.
Kemenangan ini diharapkan Fikri dapat menjadi jembatan untuk menjangkau lebih banyak pemuda Indonesia agar mau berkontribusi dalam memajukan bangsa.
"Saya berharap kemenangan ini bisa membuka jalan lebih luas bagi saya untuk berkolaborasi dengan pemuda-pemuda lain, membangun relasi, dan bersama-sama menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Fikri adalah contoh nyata bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berprestasi dan menginspirasi. Dengan segudang prestasinya, termasuk memenangkan olimpiade bahasa Indonesia dan sosiologi di tingkat nasional.
Selain itu juga kerap diundang sebagai pembicara di berbagai acara, ia membuktikan bahwa pendidikan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.