Bupati Cianjur Dilaporkan ke KPK, Pelapor: Dugaan Bantuan Gempa Diubah Jadi Kemasan Partai dan Dijual ke Pasar

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 26 Desember 2022 | 21:59 WIB
Bupati Cianjur, Herman Suherman (Facebook Prokopim Cianjur)
Bupati Cianjur, Herman Suherman (Facebook Prokopim Cianjur)

Journalnusantara.com - Teranyar, Bupati Kabupaten Cianjur Herman Suherman dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Laporan yang diajukan pada hari Jumat tanggal 16 Desember 2022 itu menyebutkan bahwa Herman Suherman diduga menyelewengkan bantuan asing untuk bencana gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur belum lama ini.

Perwakilan dari Acsenahumanis Respon Foundation mengatakan bahwa mulanya, bantuan yang diberikan oleh Emirates Red Crescent berupa 2 ribu lembar selimut, 25 ton beras, 1.000 paket kebersihan, 500 lampu bertenaga solar, serta batre carge untuk tenda pengungsian.

Baca Juga: Denny Cagur Pertanyakan Silsilah Keluarga Fajar 'Sad Boy', hingga Membuat Netizen Ngakak Geleng-Geleng Kepala

"Bupati memotong SOP yang sudah dibuat BNPB, serta merepacking bantuan menjadi berbeda," kata pelapor kepada wartawan, Senin (26/12/2022).

Dirinya menduga, Herman Suherman melakukan penyalahgunaan wewenang dengan memanfaatkan jabatan sebagai Bupati Cianjur untuk kepentingannya dan tidak menyalurkan bantuan sebagaimana semestinya.

Pihaknya juga sangat berharap KPK mampu mengusut dan membuktikan dugaan tersebut hingga diketahui kebenarannya.

"Yang tadinya sumbangan dari lembaga internasional diubah kemasan partai dan dijual ke pasar. Artinya Bupati menggunakan wewenangnya untuk memangkas distribusi bantuan, serta mengemas bantuan tersebut dengan bentuk lain dan menjual ke pasar," ujarnya.

Baca Juga: Pasca Gempa, Umat Nasrani Cianjur Rayakan Natal di Tenda Depan Gereja Santo Petrus

Pelapor yang tidak diketahui namanya ini khawatir Bupati Herman juga melakukan penyelewengan lainnya terhadap bantuan kemanusiaan akibat Gempa Cianjur yang terjadi 21 November 2022 tersebut.

"Ini baru bantuan (logistik), belum dana bantuan internasional yang diduga juga ada penyelewengan," ujarnya.

Kecurigaan penyelewangn logistik bermula, saat bantuan tersebut diturunkan di gudang atau tempat penyimpanan lain yang bukan seharusnya.

Selain itu, hal yang membuat pihaknya semakin yakin adalah saat mencoba mencari titik lokasi gudang lain sebagaimana petunjuk dari BPBD.

Baca Juga: Isi Waktu Kosong, Fahri Hamzah Usul ke KPU Buatkan Forum Adu Gasasan bagi 17 Partai Politik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X