Dihadiri Ketua LBM IKAPPA, Voice of Cita Sukses Mengadakan Bedah Buku 'Katolik di Tanah Santri'

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Senin, 26 Desember 2022 | 16:49 WIB
H. Iman Faisahal Saman, Ketua LBM IKAPPA hadiri acara bedah buku secara online
H. Iman Faisahal Saman, Ketua LBM IKAPPA hadiri acara bedah buku secara online

Journalnusantara.com - Voice of Cita (VoC) mengadakan bedah buku dalam menyambut Hari Raya Natal 2022 dan tahun baru secara online pada Sabtu, 24 Desember 2022.

Bedah buku ini merupakan salah satu program Voice of Cita, yaitu Buku Cita dengan tujuan untuk meningkatkan literasi di kalangan pemuda dan mahasiswa.

Buku yang dibedah Voice of Cita berjudul 'Katolik di Tanah Santri' karya Deni Iskandar, dan turut hadir beberapa penanggap di acara tersebut.

Penanggap yang hadir pada acara ini dari berbagai kalangan diantaranya Porlesta Bogor Kota, Ketua Umum HMI periode 2018-2020 dan President Asian African Youth Goverment Saddam Al Jihad.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Mila Amelia, Pemeran Sisterlillah The Movie

Selanjutnya Direktur Program Merial Institute yakni Fajar Iman Hasanie dan juga perwakilan dari kalangan santri yaitu H. Imad selaku Ketua Bahsul Masail Ikatan Keluarga Alumni Ponpes Al- Ittihad (IKAPPA) Cianjur.

Acara Bedah Buku 'Katolik di Tanah Santri' diawali dengan pemaparan oleh penulis, yang bercerita mengenai motivasi dirinya untuk menulis buku tersebut.

Motifasi menulis saya pertamanya tekanan kampus, dan buku ini merupakan skripsi saya berjudul "Kebebasan Hak Beribadah Umat Katolik di Labuan Pandeglang Banten," ucap Deni Iskandar.

Katolik sangat di terima di Banten, karena misi utamanya adalah untuk pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan," tambahnya.

Untuk bidang pendidikan yang dibangun oleh masyarakat Katolik di Banten ada sekolah Mardiyuana yang di bangun tahun 1959 dan mayoritas muridnya itu muslim," tegasnya.

Baca Juga: Mengenang Tsunami Aceh 26 Desember 2004: Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia

Setelah pemaparan isi buku tersebut, dilanjutkan dengan beberapa tanggapan, penanggap pertama disampaikan oleh Saddam Al Jihad.

Menurut Saddam, penulis buku ini telah berhasil memainkan kata. Bahwa Katolik di Tanah Santri mencerminkan inklusivitas kalangan Santri dan juga Umat Katolik itu sendiri.

Santri sebagai mayoritas dapat menerima secara lapang Umat Katolik, begitupun Katolik sebagai simbol minoritas tidak merasa sungkan beraktivitas bahkan melakukan pemberdayaan masyarakat di tanah santri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X