Journalnusantara.com, Cianjur - NU Peduli Kemanusiaan melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cianjur mengajak anak-anak korban gempa membatik dengan tema 'Cianjur Bangkit', Sabtu (10/12/2022).
Ketua LPNU Kabupaten Cianjur, H. Bagus Triansyah mengatakan, anak-anak diajak membatik dengan peralatan seperti kain mori, pewarna, bak plastik, malam, canting, wajan, kompor, saringan, dan gawangan yang sudah kami siapkan sebelumnya.
"Kami melakukan pendampingan kegiatan membatik bagi korban gempa khususnya anak-anak, agar tetap kuat dalam melewati masa-masa sulit pasca bencana ini," kata Bagus.
Menurutnya, kegiatan membatik dilakukan sebagai langkah rehabilitasi bagi para korban bencana gempa, untuk memperkuat psikologis khususnya anak-anak yang sering menangis dan berdiam diri.
Baca Juga: Grand Final Miss Hijab Indonesia 2022 Sukses Digelar
"Kita juga berfokus pada kegiatan sosial, lingkungan dan perekonomian, dengan tujuan tentu ikut berkontribusi dalam membantu meringankan beban korban gempa,” ujarnya menjelaskan.
H. Bagus menerangkan, LPNU Cianjur mengajak anak-anak membatik. Karena menurutnya membatik bisa menjadi salah satu alat penyembuhan bagi korban bencana yang berdampak langsung. Hal ini dikarenakan, ketika seseorang mencoba membatik, maka motorik halus yang terhubung dengan pusat otak, akan memberikan sebuah rangsangan yang positif.
"Rangsangan itulah yang membuat seseorang bisa melupakan apa yang tengah terjadi. Keasyikan membatik yang mengharuskan berkonsentrasi juga menjadi cara ampuh untuk penyembuhan trauma pasca bencana gempa," tuturnya.
Baca Juga: 8 Besar Piala Dunia 2022: Mengejutkan! Maroko Lolos Semifinal, Perancis Pecundangi Inggris
Kata H. Bagus, dengan membatik ada kecenderungan bahwa gambar yang dituangkan merupakan ekspresi dari apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dialami.
"Gambar-gambar yang diekspresikan pada kain tersebut, menjadi ajang dialog dan mampu mengekspresikan apa yang dipikirkan, serta apa yang dirasakan oleh para korban bencana gempa," ucapnya.
Ia menambahkan, jika proses membatik ini diseriuskan, maka bisa membuahkan sebuah keterampilan dan menjadi nilai jual untuk membantu perekonomian korban bencana.
Baca Juga: Wapres KH Ma'ruf Amin Beri Wejangan Pernikahan Kaesang Erina
"Kegiatan membatik ternyata mendapat respon yang sangat positif baik dari anak-anak dan orangtua yang pada umumnya belum pernah membatik," imbuhnya.
Artikel Terkait
Makan dan Jajan Sendiri, Why Not ?
Keluarga Erina Gudono yang Bukan Orang Sembarang
Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Nilai Positif oleh Teman-Temannya, Perhatian Banget
Kaesang Pangarep Bahagia saat Erina Gudono Duduk di Sampingnya, Cantik Banget Ya
Ketua DKC Garda Bangsa Sumedang Mengundurkan Diri
8 Besar Piala Dunia 2022: Mengejutkan! Maroko Lolos Semifinal, Perancis Pecundangi Inggris
Jadwal ANTV Hari Ini: Tayang Ishq Mein Marjawan 2 dan Satu Cinta Kaesang Erina Live
Tradisi Adat Jawa di Acara Nikah Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Bisa untuk Belajar Masyarakat
Grand Final Miss Hijab Indonesia 2022 Sukses Digelar
Wakil Presiden Memberikan Pesan Kepada Kaesang-Erina: Kalau ada Ketegangan Jangan Banting Piring