Membatik, Cara NU Peduli Kemanusiaan Cianjur Ajak Anak Korban Gempa agar Bangkit

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Minggu, 11 Desember 2022 | 10:31 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - NU Peduli Kemanusiaan melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cianjur mengajak anak-anak korban gempa membatik dengan tema 'Cianjur Bangkit', Sabtu (10/12/2022).

Ketua LPNU Kabupaten Cianjur, H. Bagus Triansyah mengatakan, anak-anak diajak membatik dengan peralatan seperti kain mori, pewarna, bak plastik, malam, canting, wajan, kompor, saringan, dan gawangan yang sudah kami siapkan sebelumnya.

"Kami melakukan pendampingan kegiatan membatik bagi korban gempa khususnya anak-anak, agar tetap kuat dalam melewati masa-masa sulit pasca bencana ini," kata Bagus.

Menurutnya, kegiatan membatik dilakukan sebagai langkah rehabilitasi bagi para korban bencana gempa, untuk memperkuat psikologis khususnya anak-anak yang sering menangis dan berdiam diri.

Baca Juga: Grand Final Miss Hijab Indonesia 2022 Sukses Digelar

"Kita juga berfokus pada kegiatan sosial, lingkungan dan perekonomian, dengan tujuan tentu ikut berkontribusi dalam membantu meringankan beban korban gempa,” ujarnya menjelaskan.

H. Bagus menerangkan, LPNU Cianjur mengajak anak-anak membatik. Karena menurutnya membatik bisa menjadi salah satu alat penyembuhan bagi korban bencana yang berdampak langsung. Hal ini dikarenakan, ketika seseorang mencoba membatik, maka motorik halus yang terhubung dengan pusat otak, akan memberikan sebuah rangsangan yang positif.

"Rangsangan itulah yang membuat seseorang bisa melupakan apa yang tengah terjadi. Keasyikan membatik yang mengharuskan berkonsentrasi juga menjadi cara ampuh untuk penyembuhan trauma pasca bencana gempa," tuturnya.

Baca Juga: 8 Besar Piala Dunia 2022: Mengejutkan! Maroko Lolos Semifinal, Perancis Pecundangi Inggris

Kata H. Bagus, dengan membatik ada kecenderungan bahwa gambar yang dituangkan merupakan ekspresi dari apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dialami.

"Gambar-gambar yang diekspresikan pada kain tersebut, menjadi ajang dialog dan mampu mengekspresikan apa yang dipikirkan, serta apa yang dirasakan oleh para korban bencana gempa," ucapnya.

Ia menambahkan, jika proses membatik ini diseriuskan, maka bisa membuahkan sebuah keterampilan dan menjadi nilai jual untuk membantu perekonomian korban bencana.

Baca Juga: Wapres KH Ma'ruf Amin Beri Wejangan Pernikahan Kaesang Erina

"Kegiatan membatik ternyata mendapat respon yang sangat positif baik dari anak-anak dan orangtua yang pada umumnya belum pernah membatik," imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X