daerah

Viral! Aktif Bantu Pengungsi Korban Gempa Cianjur, Seorang IRT Dicari Aparat

Selasa, 17 Januari 2023 | 21:41 WIB
RW bersama aktifis Cianjur

Journalnuantara.com, Cianjur - Seorang Ibu Rumah yang aktif membantu para pengungsi (RW) 39 tahun, warga Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, dicari aparat hingga ke tempat di mana anaknya bersekolah, Senin, (16/01/2023).

Peristiwa pencarian orang tersebut sempat viral di tempat di mana si Ibu tinggal, sehingga membuat RW beserta keluarganya merasa tidak nyaman, serta menjadi pertanyaan para tetangga, apa yang telah di perbuat RW sehingga ia sampai dicari aparat, padahal hanya IRT biasa yang tidak memiliki rekam jejak kriminal.

Baca Juga: Hoaks! Foto Kalender Januari 2023 Terdapat 25 Tanggal Merah

Berdasarkan penulusuran awak media, ketika menyambangi rumah RW di Desa Mekarsari, barulah segala tanya terungkap.

"Saya selalu blusukan ke kampung- kampung guna membantu masyarakat yang berada di tenda-tenda pengungsian. Saya IRT biasa dan membantu pengungsipun tidak ada maksud lain, mungkin yang jadi masalah, sampai saya dicari aparat adalah ketika membuat status di akun whatsapp, di mana saat itu saya membuat status tentang warga pengungsi yang terkena penyakit kulit," tutur RW kepada media.

Selanjutnya RW kembali mengatakan, meski hanya ibu rumah tangga biasa tapi relasi saya ada di mana- mana, saat pertama bencana gempa bumi ini terjadi, peristiwanya saya share, sehingga relasi di luar kota pun sigap merespon.

"Bantuan berupa kebutuhan dasar, selimut dan obat- obatan, sama halnya ketika saya share tentang warga yang terkena penyakit kulit pun di respon langsung relasi saya dari tenaga kesehatan, sehingga para pengungsipun sembuh dan penyakitnya tidak menular ke pengungsi lain, bahkan kata rekan saya seorang dokter penyakit ini jika tidak segera ditangani bisa menular," tuturnya.

Baca Juga: Gong Xi Fa Cai dan Tahun Baru Imlek di Indonesia

Menurutnya, peristiwa ini menjadi sorotan publik serta isuenya cepat menyebar, hingga mendapat simpatik dari para aktivis kemanusiaan. Salah satunya adalah Galih Widyaswara.

"Kita dari 34 lembaga, akan melindungi RW ini, yang mana ia seorang relawan people for people, membantu pengungsi dari awal sampai sekarang. Peristiwa ini bagi kami cukup membuat heran, kenapa aparat sampai mencari ke sekolah, tempat di mana anaknya mengenyam pendidikan," katanya.

Ia menerangkan, sampai-sampai RW di telpon Kepala Sekolah untuk menemui aparat yang mencarinya, padahal ia bukan guru ataupun PNS.

"RW adalah Ibu Rumah Tangga biasa, jika yang menjadi masalah postingan beliau kenapa tidak datang ke rumahnya, justru seharusnya mereka berterima kasih kepadanya yang telah membawa pengungsi pergi berobat ke dokter," tandasnya. (Dhanu)

Baca Juga: Anwar Ibrahim dan Harapan Umat

Tags

Terkini