Journalnusantara.com - Meskipun baru seumur jagung, NGABAR alias komunitas ngaji bareng ngalenyepan ayat Quran yang dibina secara kolektif kolegial oleh empat pembina, ustadz Nanggo, ustadz Ending, ustadz Endang, dan ustadz Acep, kejadirannya di panggung majlis ilmu sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh jamaah maupun oleh masyarakat.
Penggagas NGABAR, ustadz Nanggo mengatakan, sebagai media dakwah alternatif, selama dua tahun yang lalu NGABAR telah berpartisipasi aktif dalam membina keilmuan dan pengamalan ajaran Islam. Dimulai dari pembinaan tahsin bacaan Qur'an, pembinaan tadabbur ayat Quraniyah maupun ayat Kauwniyah, sampai kepada praktek ibadah.
"Sebagai media dakwah bil hal, NGABAR juga telah, sedang dan akan terus berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat dengan cara membantu jama'ah maupun masyarakat pada umumnya untuk bisa keluar dari berbagai problema kehidupan yang mereka hadapi," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (17/12/2022).
Baca Juga: World Cup, Qatar dan Dakwah Ketauladanan
Ia menyampaikan, pada situasi gempa bumi yang terjadi di wilayah kecamatan Cugenang saat ini, NGABAR sebagaimana juga dilakukan oleh banyak ormas, lembaga dan berbagai komunitas lain- telah menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan dengan telah beberapa kali menyalurkan bantuan kepada sejumlah titik penampungan korban. Bidikan utama penyaluran bantuan adalah ke sejumlah pesantren yang menjadi pos penyaluran.
"Diantaranya ke pensantren Riyadhul Alfiyah Benjot, pesantren Albarokah Cisarua Sarampad, pesantren Almutmainnah Sarampad, pesantren Almuttaqin Warungbatu, dan pesantren tahfidz Alfurqon Sumursari Mekarsari. Bantuan yang disalurkan, selain kebutuhan bahan pokok dan tenda, juga berupa mushaf, kitab Iqro, dan kitab-kitab kuning yang dibutuhkan para santri," katanya.
Baca Juga: Radikal Shofa
Ia juga menyebutkan, bantuan-bantuan tersebut berasal dari sumber perorangan yang menitipkan ke NGABAR dan dari jama'ah NGABAR itu sendiri. Ada yang berasal dari kawan-kawan jama'ah NGABAR di berbagai kota. Mereka sangat peduli atas musibah gempa bumi yang terjadi di Cianjur dan emphati kepada para korban terdampak. Kami juga yang diamanahi membina NGABAR menggali potensi kepedulian dari jama'ah, yang hasilnya Alhamdulillah, cukup bisa dibanggakan.
"Kami merasa sangat bersyukur telah menjadi bagian kecil dari umat Islam dan bangsa Indonesia yang besar sebagai mujahidin dalam membantu penanganan korban. Semoga saja apa yang kami lakukan bisa sedikit mengurangi beban penderitaan para korban, bisa mengembalikan lagi kepercayaan diri dan optimisme mereka untuk bangkit dan pulih lebih cepat," tandasnya.
Baca Juga: Sungai Cibalapulang Meluap, Sukanagara Cianjur Diterjang Banjir