Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam upaya membantu korban gempa dari trauma, Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Cianjur memberikan layanan psikososial trauma healing khususnya bagi anak-anak dan kaum perempuan.
"Sebagai bentuk perhatian khusus Mojang Jajaka Cianjur untuk anak korban gempa, diadakan kegiatan psikososial atau trauma healing," ucap Leader Moka Quick Response Cianjur, Dewi Rachmawati.
Menurutnya, kita semua melihat dampak dari bencana gempa di Kabupaten Cianjur, tentu menyentuh dan menggetarkan hati semua orang khususnya seluruh rekan-rekan Paguyuban Mojang Jajaka Cianjur.
"Melihat anak-anak menangis dan terluka tentunya cukup menyentuh hati para relawan. apalagi banyak anak yang harus berhenti sekolah sementara waktu, ada juga yang tidak bisa pulang ke rumah, dan ada juga yang kehilangan orangtuanya," tutur Dewi dengan nada sedih.
Baca Juga: Grand Final Miss Hijab Indonesia 2022 Sukses Digelar
Mahasiswi UPI Bandung ini menyampaikan, dengan kondisi dan situasi saat ini sangat berdampak pada psikologi anak sehingga banyak yang ketakutan dan tidak memiliki semangat lagi. Maka dari itu, Mojang Jajaka membuat program kegiatan psikososial atau trauma healing untuk anak mulai dari usia 4 tahun sampai dengan kelas 6 SD.
"Kegiatan trauma healing yang di selenggarakan menggunakan metode bermain sambil belajar, menjadi salah satu cara kami agar anak-anak tidak trauma dan dapat tersenyum kembali lagi," tuturnya.
Dewi menerangkan, Mojang Jajaka Cianjur melaksanakan kegiatan trauma healing di posko-posko besar yang jaraknya cukup jauh. Selain itu juga bekerjasama dengan berbagai pihak. Seperti pada kegiatan trauma healing bareng dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Baca Juga: 8 Besar Piala Dunia 2022: Mengejutkan! Maroko Lolos Semifinal, Perancis Pecundangi Inggris
"Mojang Jajaka Cianjur juga bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Cugenang dan Kemensos dalam kegiatan trauma healing. Lalu bekerjasama dengan duta daerah lainnya dan komunitas sosial dari berbagai daerah. Adapun kegiatan trauma healing ini rata-rata diikuti oleh 30 sampai 100 anak perharinya dengan durasi kegiatan 60 menit sampai dengan 90 menit," ujarnya.
Ia menambahkan, program kegiatan trauma healing pasca gempa di Kabupaten Cianjur ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kembali anak-anak, selain itu metode belajar yang dilakukan dapat mengasah kreativitas anak-anak.
Baca Juga: Wapres KH Ma'ruf Amin Beri Wejangan Pernikahan Kaesang Erina
"Dan tentunya agar anak-anak tidak ketakutan lagi apabila terjadi gempa susulan di Kabupaten Cianjur," tutupnya dengan nada penuh semangat dan optimis.