JournalNusantara.com - Siapa tidak kenal dengan beras lokal Cianjur yang beraroma wangi dengan citarasanya yang pulen dan menyehatkan, dialah Beras Pandanwangi kebanggan pemerintah dan rakyat Cianjur sejak dulu.
Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat melebeli (labeling) beras lokal Cianjur menjadi Beras Pandanwangi, dan jika satu saja kriteria tersebut tidak terpenuhi maka tidak dapat dikategorikan sebagai Beras Pandanwangi.
Baca Juga: Titi Swasti, Dara Cantik Launching Perdana Lagu 'Bukan Pelakormu'
Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FASTER Unsur Cianjur, Drs. Ahmad Nurizal Paris saat bincang ringan di ruang kerjanya sekitaran kampus Unsur Cianjur, Senin (14/11/22). Ahmad Nurizal Paris atau akrab disapa Kang Ijay pun menjelaskan jika Beras Pandanwangi masuk kategori beras khusus seperti halnya beras merah dan beras hitam.
"Karena masuk kategori beras khusus, Pandanwangi tidak kenakan harga eceran tertinggi (HET). Jadi jika ditinjau dari perspektif bisnis, harusnya budidaya Pandanwangi ini sangat prospektif bagi para petani, namun prosesnya untuk menhasilakn jenis beras ini bukan perkara mudah. Butuh ketekunun, sabar, dan pastinya kerja keras karena jenis beras ini hanya dapat dipanen per 6 bulan sekali. Beras ini beras istimewa, karenanya harus diperlukukan secara istimewa pula." tutur Kang Ijay menjelaskan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hari Ini Turun Hujan di Sejumlah Kota di Indonesia
Kang Ijay yang juga Ketua MP3C (Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur) periode 2019-2024 menambahkan, setidaknya ada beberapa syarat atau kriteria beras Pandanwangi; bulir padinya bulat besar dan terdapat titik putih, tumbuh di ketinggian 350-600 dpl, tumbuh setidaknya di kecamatan wilayah Cianjur (Gekbrong, Warungkondang, Cianjur, Cugenang, Cilaku, Cibeber, dan Campaka), masa tanam yang relatif panjang sekitar 6 bulan hingga panen tiba.
Tetapi belakangan ini, ada beberapa beras di pasaran yang mengakui sebagai beras pandan wangi.
Ternyata beras tersebut merupakan beras biasa dan dicampuri dengan zat pewangi kimia agar mirip dengan aslinya.
Seorang konsumen harus melakukan pengecekan agar mengetahui beras pandan wangi asli dan palsu.
Pemenang Citi Microentrepreunership Award (CMA) 2017-2018 dengan kategori Agriculture yaitu Mario Devys, sebagaiaman dilansir dari laman viva.co.id memberikan tips dan trik untuk bisa membedakan beras pandanwangi asli dan palsu.
Salahsatunya dengan melihat dari label sertifikasi dari kemasan beras tersebut.
"Sekarang produk tersebut sudah memiliki sertifikasi, hingga masyarakat bisa melacak sumber sertifikasinya yang mempunyai nomornya, bisa dilacak dari situ siapa yang mengelolanya, siapa petaninya hingga penanamnya, itu akan terlihat agar terlihat apakah benar atau tidak dia menanam pandan wangi." ungkapanya ke VIVA di Grand Hyatt Jakarta Pusat, Kamis 05 April 2018 lalu.