JournalNusantara.com - Sebagai wilayah agraria, Cianjur memiliki kawasan sawah yang luas sehingga bisa menghasilkan gabah atau beras yang jumlahnya bisa diandalkan. Namun terkadang saat gagal panen akibat kemarau para petani hanya bisa mengusap dada karena tani mereka merugi.
Baca Juga: Bukan Koalisi Kaleng-kaleng, Jansen Sitindoan; Partai Demokrat Konsisten di Koalisi Perubahan !
Namun kini para petani padi di Kabupaten Cianjur jangan risau jika mengalami gagal panen akibat musim kemarau, karena pemerintah akan memberikan bantuan stimulan senilai Rp8 juta.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlok) BPBD Cianjur Asep Sudrajat membenarkan adanya bantuan stimulan bagi petani yang area sawahnya mengalami gagal panen akibat musim kemarau.
Baca Juga: PKS Yakin Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Tetap Solid
“Bantuan tersebut merupakan intruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan besaran 8 Jt / Ha. Bantuan akan diberikan kepada petani di Cianjur, lantaran Kota Tauco ini merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang merupakan penghasil padi.” Tutur Asep Sudrajat. (Senin, 12 Juni 2023).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur saat ini telah mencatat wilayah mana saja yang nantinya berpotensi terdampak cuaca kemarau.
Baca Juga: Heran...Pulau Natuna nan Cantik 100% Milik Indonesia, Diklaim Punya Cina dan Malaysia, Pertahankan !
"Wilayah yang diwaspadai di Cianjur bagian selatan seperti Agrabinta Sindangbarang. Kalau wilayah bagian utara ada Mande, Bojongpicung dan Ciranjang. Saat ini tengah dibuatkan surat keputusan (SK) Bupati Cianjur, mudah-mudahan bisa secepatnya." Pungkas Asep.***
Sumber : ayobandung.com