Namun, tentunya tidak semua pengalaman selama magang di DPR RI berjalan lancar. Ade juga mengalami beberapa tantangan dan kesulitan selama menjalani magang tersebut. Salah satunya adalah seringnya ia dihadapkan dengan jadwal rapat yang padat, bahkan kadang-kadang rapat dilakukan di luar jam kerja resmi. Ini tentu saja membuat Ade merasa sedikit terbebani dan lelah secara fisik.
"Selain itu, sebagai seorang mahasiswa yang masih banyak belajar, saya merasa agak kesulitan untuk mengikuti bahasa-bahasa formal yang digunakan di DPR RI. Ada banyak istilah dan frasa-frasa yang tidak ia pahami, sehingga harus belajar sendiri dengan mencari referensi tambahan di luar kelas," terangnya.
Meski begitu, Ade merasa bahwa semua tantangan dan kesulitan yang ia alami selama magang tersebut sebanding dengan pengalaman berharga yang ia dapatkan. Ia merasa bahwa pengalaman magang ini memberikan kontribusi yang besar bagi dirinya dalam meningkatkan kemampuan profesional dan juga membangun karakternya sebagai seorang mahasiswa yang siap untuk terjun ke dunia kerja.
"Saat ini, saya telah menyelesaikan magang di DPR RI dan kembali ke kampus untuk melanjutkan studinya. Saya berharap bahwa pengalaman magang yang didapatkan dapat membuka jalan untuknya untuk terjun ke dunia kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Selain itu juga berharap bahwa pengalaman ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa lain di kampus untuk mengikuti program magang dan mengembangkan diri secara profesional di luar kelas," tandasnya.