Journalnusantara.com, Bandung - Beredar cuplikan video di media sosial, seorang yang mengaku sebagai pendeta Kristen akan memurtadkan provinsi Jawa Barat.
Hal tersebut, sontak mendapatkan reaksi dan kecaman dari warganet. Perihal ini juga mendapatkan respon dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.
"Jangan membuat kericuhan di Jawa Barat," ucap Uu Ruzhanul dilansir dari akun media sosial pribadinya.
Uu mengajak Baraya, dalam kaitan dengan kepercayaan atau agama, sebagai muslim kita diajarkan untuk tidak memaksakan, disebutkan dengan jelas dalam al-quran.
Baca Juga: Pemkab Cianjur Tetapkan Tim Ahli Cagar Budaya
"Untukmu agamamu, untukku agamaku. Ini adalah petunjuk yang sudah jelas bahwa kita tidak boleh mencampuri urusan kepercayaan agama lain," katanya.
Menurutnya, toleransi adalah menghargai, bukan memaksa atau mendorong seseorang untuk kemudian masuk pada kepercayaan tertentu.
"Terkait video yang sedang viral tersebut, saya secara pribadi memohon kepada oknum yang bersangkutan untuk tidak membuat kegaduhan ditengah masyarakat Jawa Barat," ungkapnya.
Ia pun menilai bahwa terkait dengan ajakan beragama, mohon dapat diperhatikan Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor I tahun 1979 yang secara gamblang mengatur terkait ceramah dan ajakan keagaaman tersebut.
Baca Juga: Wakil Bupati Madina Sambangi Korban Kebakaran di Panyabungan I
"Mohon baraya dapat dengan bijak juga menyikapi video tersebut, dan tidak mudah terprovokasi. Hatur nuhun," imbuh Uu Ruzhanul.