daerah

Launching Studi Pasaran, Cara PAC GP Ansor Karangtengah Cianjur Rawat Kesehatan Mental

Senin, 3 Maret 2025 | 12:39 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Dalam upaya menjaga kesehatan mental generasi muda, PAC GP Ansor Karangtengah Cianjur meluncurkan program studi pasaran yang unik, dengan pendekatan Islami, melalui Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membina karakter, meningkatkan pemahaman keislaman, dan memberikan edukasi yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.

Sanlat Ramadhan yang digelar setiap tahun ini bukan hanya sarana untuk belajar agama, namun juga tempat untuk mempererat ukhuwah dan menambah wawasan, terutama bagi para santri dan masyarakat umum.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi medium dalam membina generasi muda agar lebih mencintai Islam, serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka.

Ridwansah, Ketua PAC Ansor Karangtengah Cianjur, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya, bahwa kegiatan ini bisa menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat, serta dapat meningkatkan kecintaan santri terhadap Islam.

Ia juga menambahkan bahwa generasi muda diharapkan semakin memahami nilai-nilai keislaman dan mengamalkannya dalam keseharian.

H. Rudi Indrawan, Ketua PAC RA Ansor Karangtengah Cianjur, menekankan pentingnya pendidikan dalam mengembangkan karakter generasi muda.

"Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat untuk menghormati guru, ilmu, dan mencintai sesama. Ini adalah langkah penting dalam membangun landasan yang kuat bagi umat," tuturnya.

Cak Khatibul Umam, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, turut memberikan dukungan atas inisiatif tersebut.

"Semoga kegiatan ini memberi manfaat besar bagi santri dan dapat menjadi dasar dalam mengarungi kehidupan," katanya.

"Lanjutkan terus pendidikan karena pendidikan akan mengangkat derajat kita, baik di mata manusia maupun di mata Allah," sambungnya.

Dengan langkah ini, PAC GP Ansor Karangtengah berharap agar generasi muda tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga keterampilan dan pemahaman yang dapat menjaga kesehatan mental mereka, sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan berkeadilan dalam masyarakat.

Tags

Terkini