Journalnusantara.com, Cianjur - Acara GP Ansor Cianjur yang digelar secara hybrid dan non hybrid pada zona satu yang meliputi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Karangtengah, Cilaku dan Cianjur Kota berjalan secara kritis dan interaktif terhadap pengembangan ekonomi dalam tempo jangka panjang.
Acara tersebut bertempat di Pondok Pesantren Sulaimaniyyah, Kampung Panyindangan RT004 RW001, Desa Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jumat (14/2/2025).
Dalam acara yang membahas perihal komponen ekonomi yang bertajuk mengenai pengembangan perusahaan, para pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cianjur, Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Karangtengah, Cilaku, Cianjur Kota, Majlis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor dan Banser padati Pondok Pesantren Sulaimaniyyah serta melalui hybrid yang digelar setiap satu bulan sekali.
Dalam sambutan pertama yang dipaparkan oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Cianjur, Ariful Holiq Zaelani, ia menuturkan dalam pengelolaan sistem perekonomian memanglah harus secara profesional dan memiliki strategi untuk pengelolaan suatu badan perusahaan, apalagi perusahaan yang di miliki organisasi.
"Pada dasarnya setiap perusahaan yang bersaing dalam suatu lingkungan industri mempunyai keinginan untuk dapat lebih unggul dibandingkan pesaingnya. Umumnya perusahaan menerapkan strategi bersaing ini secara eksplisit melalui kegiatan-kegiatan dari berbagai departemen fungsional perusahaan yang ada. Pemikiran dasar dari penciptaan strategi bersaing berawal dari pengembangan formula umum mengenai bagaimana bisnis akan dikembangkan, apakah yang menjadi tujuannya dan kebijakan apa yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut," tuturnya.
"Kemampuan perusahaan yang di miliki tiap Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dalam mengembangkan keahlian para kadernya dengan baik akan menjadikan perusahaan tersebut unggul dan penerapan strategi yang berbasis sumber daya manusia akan sulit untuk ditiru oleh para perusahaan yang lain," tambahnya.
Sedangkan lanjutnya, asset atau sumber daya unik merupakan sumber daya nyata yang diperlukan perusahaan guna menjalankan strategi yang berorientasi pengembangan.
Masih berbicara mengenai sub vertikal yang meliputi perusahaan yang dimiliki oleh tiap Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sekaligus pemateri dalam kajian tersebut, H. Deni Ahmad Haidar mengutarakan terkait 'pengetahuan' dalam menjalankan di berbagai lini kehidupan, termasuk dalam pengolahan pengetahuan untuk mengembangkan perusahaan, menurutnya dalam penyampaian yang mengambil perspektif dari Socrates pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia.
Secara jelas timpalnya dapat disimpulkan dari penuturan yang ia sampaikan, bahwasannya ia mengajak kita untuk menyelaraskan pemikiran dengan perbuatan.
"Jika seseorang tahu tentang kebajikan, namun tidak mempraktikkannya, maka kebajikan itu tidak benar-benar hidup dalam dirinya. Pengetahuan sejati menuntut keberanian untuk bertindak dan mengambil langkah nyata, agar apa yang kita pahami bukan hanya menjadi konsep tetapi juga nilai yang nyata di lingkungan," imbuhnya
"Tanpa tindakan yang dapat menghidupkan pengetahuan itu maka hanya akan menjadi ide yang belum di wujudkan, kemudian pengetahuan yang tidak di aplikasikan hanya akan menjadi kosong," bebernya
"Terbentur, terbentur, terbentur terbentuk," tandasnya.
Kontributor: M Iya Suryadi