daerah

BEM Kabinet Perjuangan Tak Hadiri MUBESMA: dimana Tanggung Jawab Presma Abdul Salas

Sabtu, 25 Januari 2025 | 16:55 WIB
Foto Bersama MUBESMA (Foto: Panitia For Journalnusantara)

Journalnusantara.com, Cianjur – Musyawarah Besar Mahasiswa (MUBESMA) STAI Al-Azhary Cianjur yang digelar di Kampus Berakhlak Jl. Abdullah Bin Nuh, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Sabtu (25/01/2025).

Seharusnya menjadi momen penting dalam proses demokrasi mahasiswa. Namun, absennya Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabinet Perjuangan yang dinakhodai oleh Presiden Mahasiswa Abdul Salas menjadi sorotan utama dalam acara tersebut.

Ketidakhadiran BEM dalam forum sakral ini memicu tanda tanya besar di kalangan mahasiswa. Banyak yang mempertanyakan alasan di balik absennya Presma, yang seharusnya memberikan pertanggungjawaban atas kinerjanya selama satu periode.

Apakah ketidakhadiran mereka merupakan bentuk ketakutan, atau justru sikap menghindar dari tanggung jawab?

Ketua Pelaksana MUBESMA, Sahlal Ma’ruf Baasyir, menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh BEM. Ia menilai ketidakhadiran tersebut mencederai semangat demokrasi yang hendak dibangun melalui forum ini. 

"Saya sudah bersusah payah bersama panitia lainnya untuk menggelar MUBESMA ini. Kami sudah melayangkan surat resmi dan menghubungi langsung Presiden Mahasiswa, Abdul Salas. Namun, tidak ada respons sama sekali," ujar Sahlal dengan nada kecewa.

Menurut Sahlal, MUBESMA merupakan wadah penting bagi BEM untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban mereka kepada mahasiswa. Dengan tidak hadirnya pengurus BEM, forum ini kehilangan substansi utama, yaitu evaluasi kinerja BEM selama satu periode.

Absennya BEM memunculkan opini dari sejumlah mahasiswa yang menilai bahwa ini merupakan bukti kegagalan BEM dalam menjalankan amanah mahasiswa. 

"Ketidakhadiran mereka adalah bukti nyata bahwa mereka tidak siap menghadapi kritik dan evaluasi. Ini sangat disayangkan," ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini ditulis, pihak BEM STAI Al-Azhary Cianjur, termasuk Presiden Mahasiswa Abdul Salas, belum memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran mereka di MUBESMA.

Momen ini menjadi evaluasi besar bagi mahasiswa STAI Al-Azhary untuk lebih kritis dalam memilih pemimpin organisasi ke depannya. 

Harapan besar tetap ada agar forum-forum demokrasi mahasiswa seperti MUBESMA dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan kampus.

Kontributor: Panitia Mubesma STAI Al-Azhary Cianjur

Tags

Terkini