JournalNusantara.Com - Ketua Jaringan Intelek Muda (JIM) Kabupaten Cianjur, Alif Irfan menilai statemen Bupati Cianjur di salah satu media online blunder, karena menyalahkan masyarakat terkait terlambatnya bantuan tahap 4.
Hal tersebut diungkapkan Alif saat menyikapi berita disalahsatu media online bertajuk "Dana Stimulan Gempa Bumi Tahap 4 Belum Turun, Bupati Cianjur Salahkan Masyarakat".
Baca Juga: Bukan Hanya Hasil Pemilu 2024 yang Perlu Dievaluasi, Tapi Juga KPU Pada Semua Tingkat
"Pemerintah Kabupaten Cianjur hanya melemparkan masalah pada administrasi yang harusnya bisa diselesaikan dan menyalahkan pemerintah pusat bahwa belum ada uang dari pusat. Justru Pemerintah Daerah sendiri yang menjadikan korban Gempa Cianjur sudah 16 bulan penderitaannya belum selesai sampai saat ini." Ujar Alif Irfan kepada JournalNusantara.com, Senin (20/2/2024).
"Selain dari pada itu, statemen Bupati di salah satu media online tersebut mengatakan berdasarkan fakta di lapangan adanya satu keluarga tinggal di rumah yang sama, namun membuat pengajuan lebih dari satu rumah. Yang tinggal se rumah, orangtuanya mengajukan, eh anaknya juga mengajukan, Ia pun khawatir, bilamana ketahuan, masyarakat diminta mengembalikan uang tersebut oleh Pemerintah Pusat." Tambah Alif.
Baca Juga: Polsek Parung Amankan 15 Remaja Diduga Terlibat Gangster
"Kami sangat kecewa kepada statemen Bupati tersebut, bilamana ada masyarakat yang seperti itu, kan ada pihak APH dan yang terkait, kenapa Bupati sendiri yamg repot, kami harpakan Bupati Vianjur jangan terus menerus hegemoni masyarakat korban gempa." Tegas Alif.
"Kami mengindikasi Bupati Cianjur lebih fokus menangkan anak menantunya yang jadi caleg DPR RI." Pungkas Alif.***