JournalNusantara.com - Caleg DPR RI Dapil Jabar III dari Partai Keadilan Sejahtera, Cecep Aam Nugraha memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan Talk Show yang dilaksanakan Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) dengan tema "Kaitan Peran dan Fungsi DPR RI terhadap IPM yang Jeblok Berpuluh - Puluh Tahun." Selasa (26/12/2023).
Baca Juga: Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri Diamuk Massa Saat Antarkan Jenazah Enembe
Acara yang dipandu oleh host sekaligus admin RBUC, Mang Karni tersebut juga dihadiri Asep Sopyan Halim Caleg DPR RI dari PAN, H. Endang Sutisna (Caleg DPR RI dari Partai Demokrat), Asep Rudiyana (Caleg DPRD Cianjur dari PAN), Yayan Suryana (Caleg DPRD Cianjur dari Gerinda), Nia Rohania (Caleg DPR RI dari Partai Demokrat), Lilis Nur'aeni, RA Ridwan (Dewan Pendidikan) serta pemerhati pendidikan dan penggiat sosial Cianjur.
Cecep Agam yang menjadi salahsatu narasumber tersebut mengungkapkan bahwa acara seperti ini harus sering digelar karena sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya para wakil rakyat.
Baca Juga: Ingin Hidup Sehat? Jangan Sepelekan Kesehatan Tubuh
"Talk Show yang dilaksanakan oleh Rumah Bersama Urang Cianjur (RBUC) sangat bermanfaat bagi masyarakat, pejabat dan wkil rakyat karena bisa menjadi sarana tukar pikiran terkait permasalahan yang ada di Cianjur khususnya IPM". Ujar Cecep Agam kepada JournalNusantara.com, Selasa (26/12/2023).
"Skor IPM Cianjur 2023 yang skornya 66,55% termasuk kategori rendah". Tambahnya.
"Peran serta pemerintah daerah termasuk wakil rakyat putra daerah yang ada di DPRD Kabupaten, Provinsi dan pusat sangat penting dalam usaha mendongkrakk raport IPM tersebut". Tegas Agam.
Baca Juga: Kenali Penyakit Gula Darah Tinggi (Diabetes)
"Perlunya sinergitas termasuk koordinasi berkala antara Bupati dengan para wakil rakyat mungkin bisa menjadi salahsatu strategi, khususnya untuk melakukan inventarisasi masalah berikut progres pencapaian peningkatan IPM. Kata Agam.
"Selain itu Badan Pusat Statistik juga harus dilibatkan, minta saran dan pandangan terkait masalah mana yang memiliki skor tertinggi berpengaruh terhadap skor IPM. Tak lupa lakukan study banding ke kabupaten yang IPM nya bagus, panggil tenaga ahli, perbanyak seminar yang membahas IPM". Pungkas Agam yang saat ini merupakan penggiat perkebunan buah premium.***