JournalNusantara.com - Hari Hak Azasi Manusia (HAM) sedunia diperingati setiap tanggal 10 Desember. Pertama kali diperingati pada tahun 1948 ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi deklarasi universal Hak Asasi Manusia.
Baca Juga: Bersatu dan Bersama Menuju Perubahan Yang Lebih Baik dan Lebih Beradab Untuk Masa Depan
Hari HAM ini diperingati untuk mendorong semua negara di seluruh dunia berupaya mencapai standar hidup masyarakat di wilayah masing-masing, bebas dari bentuk penindasan, perbedaan ras dan golongan.
Menurut Politisi Golkar, H. Paeruzillah mengungkapkan pada Hari HAM Sedunia ini, semua orang harus mengingat dan merangkul semua orang di sekitar dengan setara tanpa membedakan ras, warna kulit dan status sosial.
Baca Juga: KPU RI Harus Adil dan Independen Dalam Pilpres 2024
"Ada beberapa kegiatan yang bisa dillakukan dalam peringatan hari HAM sedunia seperti berdonasi ke badan amal HAM, menghadiri acara HAM dan juga menunjukkan dukungan terhadap HAM dengan memposting di medsos masing-masing." Ujar Paeruzillah kepada JournalNusantara.com, Senin (10/12/2023).
"Kebebasan berfikir, berpendapat, mendapat perlakuan yang sama adalah salahsatu bentuk Hak Azasi Manusia yang harus dijaga dan dilaksanakan oleh pemerintah kepada setiap warganya." Tambah Paeruz.
Baca Juga: Manfaat Minum Air Mineral Bagi Tubuh
"Pelanggaran HAM berat dan ringan harus dihindari sedini mungkin karena dapat merusak harkat dan martabat bangsa". Tegasnya.
"Melalui hari HAM yang jatuh pada tanggal 10 Desember ini mari kita renungi bahwa manusia memiliki kedudukan yang sama, mari kita tolak berbagai bentuk diskriminasi." Pungkas Paeruz.